
BicaraPlus – Pemerintah mengumumkan telah menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran saat kapal tersebut mencoba melewati blokade yang diberlakukan Washington. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan yang tengah memanas.
Militer AS menyebut pihaknya sempat menembaki kapal tersebut ketika menuju pelabuhan Bandar Abbas sebelum akhirnya mengambil alih kendali. Presiden Donald Trump juga mengonfirmasi kejadian ini melalui media sosial. “Kami telah mengendalikan seluruh kapal dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya,” tegasnya, belum lama ini.
Iran langsung mengecam tindakan tersebut. Militer Teheran menyatakan kapal itu sedang dalam perjalanan pulang dari China dan menyebut aksi AS sebagai “pembajakan bersenjata.” Seorang juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan segera memberikan respons. “Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi tindakan ini,” katanya melalui media pemerintah.
Insiden ini terjadi setelah Iran menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran kedua pembicaraan dengan AS yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad menjelang berakhirnya gencatan senjata pada 21 April. Kondisi tersebut semakin memperumit upaya diplomasi di tengah konflik yang terus berkembang.
Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 7 persen menjadi 96,85 dolar AS per barel, sementara indeks berjangka S&P 500 turun 0,9 persen pada perdagangan awal di Asia.
Konflik yang kini memasuki minggu kedelapan ini telah memicu gangguan pasokan energi signifikan, terutama akibat penutupan de facto Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Di sisi lain, baik AS maupun Iran terus menunjukkan sikap saling tekan terkait blokade maritim di kawasan tersebut.
Sementara, Pakistan yang berperan sebagai mediator tetap melanjutkan persiapan perundingan meski peluang keberhasilannya dinilai kecil. Dua pesawat angkut militer C-17 milik AS dilaporkan telah mendarat untuk mengirimkan perlengkapan keamanan bagi delegasi mereka.





