PT API Perkuat TJSL, Program Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Mulai Tunjukkan Hasil

PT API Perkuat TJSL, Program Lingkungan

BicaraPlus – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT API sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mulai menunjukkan dampak yang lebih terarah, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga lewat program penataan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Anak perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), tersebut menjalankan sejumlah program di sekitar wilayah operasional dengan fokus pada tiga bidang utama, yakni sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi penting karena program TJSL perusahaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi mulai diarahkan pada kegiatan yang melibatkan masyarakat dan memiliki manfaat berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama PT API, Juli Tarigan, mengatakan kehadiran perusahaan melalui TJSL diharapkan dapat memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Melalui program TJSL, PT API berupaya hadir secara konsisten bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Program TJSL tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya,” ujar Juli.

Dari Bantuan Sosial hingga Pemberdayaan Masyarakat

Pada sektor sosial, PT API menjalankan sejumlah kegiatan melalui Program Pelindo Berbagi selama Ramadan dan Idul Adha. Sepanjang Ramadan, perusahaan menyalurkan takjil dan sembako kepada pengguna Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC), jamaah masjid, masyarakat sekitar, serta anak-anak panti asuhan. PT API juga terlibat dalam Program Mudik Aman Berbagi Harapan bersama Pelindo Group.

Sementara pada momentum Idul Adha 1447 H, perusahaan menyalurkan lima ekor hewan kurban kepada masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Cilincing dan kawasan sekitar Terminal Kijing, Kalimantan Barat. Namun, aspek sosial tersebut berjalan beriringan dengan program yang menyentuh persoalan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

Penataan Kampung Pelindo Libatkan Enam RW

Di bidang lingkungan, PT API bersama PSL dan PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) mengembangkan Program Penataan Lingkungan Kampung Pelindo di Desa Srijaya, Kabupaten Bekasi. Program yang melibatkan enam RW tersebut mencakup penataan permukiman, pengelolaan sampah, penghijauan, serta penguatan gotong royong masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi perusahaan dengan masyarakat dalam memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. PT API juga mendukung kegiatan kebersihan lingkungan di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan di kawasan yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan dan logistik.

Budidaya Ikan Nila Mulai Menghasilkan

Sementara itu, pada sektor pemberdayaan ekonomi, PT API turut berkolaborasi dalam program budidaya ikan nila di Desa Srimahi, Kabupaten Bekasi. Program tersebut tidak hanya memberikan dukungan awal, tetapi juga mencakup pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan budidaya.

Hasilnya mulai terlihat setelah kelompok pembudidaya melakukan panen perdana pada Juli 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal dapat diarahkan untuk menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, tantangannya bukan sekadar mempertahankan kegiatan budidaya, tetapi memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola produksi, menjaga keberlanjutan usaha, dan mengembangkan nilai ekonomi dari hasil budidaya.

TJSL Dituntut Tidak Berhenti pada Seremonial

Hingga Agustus 2026, rangkaian program tersebut memperlihatkan upaya PT API untuk memperluas pendekatan TJSL dari bantuan langsung menuju kegiatan yang melibatkan masyarakat secara lebih aktif. Pendekatan ini juga menempatkan evaluasi dan pemantauan sebagai bagian penting dari pelaksanaan program.

Juli mengatakan setiap program dilakukan melalui peninjauan lokasi, dialog dengan perangkat desa maupun kelurahan, serta pemantauan lanjutan untuk memastikan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami memastikan setiap program dijalankan melalui peninjauan lokasi, dialog dengan perangkat desa dan kelurahan, serta pemantauan lanjutan, agar bantuan tepat sasaran dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Juli.

Dengan masih tersisanya periode 2026, keberlanjutan program menjadi faktor penting untuk melihat sejauh mana TJSL PT API mampu menghasilkan dampak yang lebih terukur. Bagi perusahaan yang bergerak dalam ekosistem akses pelabuhan dan hinterland, keberadaan program sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan komunitas di sekitar wilayah operasional.

Bagikan