Sumur GNK-115 PHR Zona 4 Cetak 2.423 BOPD, 11 Kali Target Awal

Sumur GNK-115 PHR Zona 4 Cetak 2.423 BOPD, 11 Kali Target Awal

BicaraPlus – Kabar positif datang dari kegiatan pengembangan migas di Field Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur pengembangan GNK-115 yang berada di Struktur Gunung Kemala mencatat hasil uji produksi sementara sebesar 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD).

Capaian tersebut jauh di atas target awal produksi yang ditetapkan sebesar 220 BOPD. Dengan demikian, hasil uji produksi Sumur GNK-115 mencapai sekitar 11 kali lipat dari target awal. Selain menghasilkan minyak, sumur tersebut juga mencatat produksi gas sebesar 1,95 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Aliran hidrokarbon dari sumur tercatat mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-K1.

Sumur GNK-115 sebelumnya merupakan lokasi pengeboran GNK-PD66. Proses tajak dilakukan pada 21 Juli 2026, sedangkan uji produksi dilakukan hingga 5 Oktober 2026.

Pengeboran Selesai Lebih Cepat dari Program

Sumur GNK-115 dibor menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah dengan Rig PDSI #41.3/N110-UE. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 1.951 meter measured depth (mMD) atau 1.835,19 meter true vertical depth (mTVD).

Menariknya, seluruh fase pengeboran dan uji produksi hingga 5 Oktober 2026 dapat diselesaikan dalam waktu 31 hari, sementara program yang ditetapkan sebelumnya mencapai 33 hari. Dari sisi keselamatan kerja, kegiatan operasi GNK-115 juga mencatat 57.288 safe man hours sejak tajak. Pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence.

Hasil produksi Sumur GNK-115 berasal dari lapisan Layer K yang memiliki kondisi tekanan reservoir yang dinilai baik. Lokasi sumur berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, wilayah kerja PHR Zona 4, di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan potensi produksi migas di wilayah tersebut, terutama karena hasil uji produksi awal berada jauh di atas target yang ditetapkan.

Namun, angka 2.423,29 BOPD tersebut masih merupakan hasil uji produksi sementara. Produksi aktual setelah sumur masuk ke sistem produksi tetap menunggu tahapan evaluasi dan operasional selanjutnya.

Biaya Masih di Bawah AFE

Dari sisi pembiayaan, estimasi berdasarkan field estimate menunjukkan biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan sumur mencapai US$4.975.013,26. Nilai tersebut setara dengan 76,91 persen dari Approved for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Dengan hasil uji produksi yang melampaui target awal, Sumur GNK-115 selanjutnya diharapkan dapat segera masuk ke tahap produksi dan memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak dan gas.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kinerja produksi migas nasional melalui optimalisasi pengembangan sumur-sumur baru dan peningkatan produksi dari lapangan yang telah beroperasi.

Bagikan