
BicaraPlus – Penanganan insiden semburan Sumur BDA-04 Lapangan Jatibarang memasuki tahap pemulihan setelah semburan berhasil dihentikan melalui operasi well killing. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi sumur kembali aman dan stabil, sekaligus melindungi masyarakat serta lingkungan di sekitar wilayah operasi.
Insiden terjadi pada 30 September 2026 pukul 11.52 WIB, ketika dilakukan pekerjaan nipple down wellhead ESP di Sumur BDA-04. Kejadian bermula ketika bowl mengalami kondisi lengket dengan wellhead ESP. Setelah upaya pengangkatan tidak berhasil, dilakukan pelepasan wellhead ESP secara langsung yang kemudian memicu semburan.
Upaya untuk kembali mendudukkan wellhead belum berhasil karena diduga terdapat sangkutan pada rangkaian peralatan. Tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
Respons Cepat dan Pengamanan Masyarakat
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Incident Management Team (IMT) Zona 7 segera diaktifkan pada pukul 11.57 WIB. Aktivasi dilakukan karena semburan masih berlangsung dan lokasi sumur berada relatif dekat dengan permukiman.
Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pekerja dan masyarakat. Pengamanan lokasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur pendukung, termasuk mobilisasi fire truck, ambulans, oil spill response equipment, serta persiapan strategi well killing.
Sekitar 16 kepala keluarga di sekitar wilayah terdampak turut menjadi perhatian dalam proses pengamanan dan penanganan insiden. Dari hasil pengujian gas pada jarak sekitar 30 meter, tercatat LEL 12 persen, CO 10, dan H₂S 0 ppm.
SKK Migas Kawal Penanganan
Dalam penanganan kondisi darurat di kegiatan hulu migas, SKK Migas menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi terhadap kegiatan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk memastikan aspek keselamatan, pengendalian risiko, serta penanganan keadaan darurat berjalan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Pada insiden BDA-04, koordinasi antara unsur SKK Migas, Pertamina, tim teknis, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam memastikan strategi penghentian semburan dapat dilakukan secara terukur.
Fokus penanganan diarahkan pada pengendalian sumber semburan, keselamatan masyarakat dan pekerja, serta pencegahan agar dampak insiden tidak meluas.
Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan penanganan dapat bergerak cepat dari fase tanggap darurat menuju pengendalian dan pemulihan.
Semburan Berhasil Dihentikan
Setelah melalui serangkaian langkah teknis dan persiapan strategi well killing, semburan Sumur BDA-04 akhirnya berhasil dihentikan pada 4 Oktober 2026 pukul 21.25 WIB. Penghentian semburan dilakukan melalui pemompaan fresh water dengan specific gravity (SG) 1,0 yang dikombinasikan dengan HiVis 80 CP, dengan laju pemompaan 7 barrel per menit (bpm).
Keberhasilan tersebut menjadi titik penting dalam penanganan insiden. Setelah semburan dihentikan, kondisi sumur tercatat stabil dengan tekanan 0 psi. Dengan semburan yang telah berhasil dikendalikan, penanganan kini berlanjut pada tahap pemulihan. Tim terus melakukan penanganan terhadap area terdampak, termasuk pemulihan lingkungan dan penanganan masyarakat sekitar.
Pembersihan lokasi serta demobilisasi peralatan yang digunakan dalam operasi penanganan juga dilakukan secara bertahap.
Bagi industri hulu migas, keberhasilan well killing BDA-04 tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis dalam mengendalikan kondisi sumur, tetapi juga pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi lintas pihak, penerapan standar keselamatan, dan pengawasan kegiatan operasi.
Tidak adanya korban jiwa menjadi salah satu catatan penting dalam penanganan insiden ini. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan setiap tahapan operasi ke depan memiliki pengendalian risiko yang semakin kuat.
Setelah kondisi sumur stabil, perhatian selanjutnya diarahkan pada penyelesaian proses pemulihan, evaluasi penyebab kejadian, serta penguatan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Penanganan BDA-04 sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan hulu migas bukan hanya mengenai produksi dan lifting, tetapi juga tentang keselamatan manusia, perlindungan lingkungan, dan kemampuan industri merespons risiko secara cepat, terukur, dan bertanggung jawab.





