
BicaraPlus – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Administrasi Jakarta Selatan memperkuat pembinaan atlet disabilitas melalui rapat koordinasi bersama pengurus dan atlet pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat NPC Jakarta Selatan, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat daerah maupun nasional, termasuk Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028.
Rapat pembinaan atlet NPC Jakarta Selatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antara pengurus dan atlet, menyelaraskan kebutuhan atlet dengan program organisasi, serta membangun komitmen bersama dalam mengembangkan olahraga disabilitas.
NPC Jakarta Selatan Perkuat Koordinasi Pembinaan Atlet
Koordinasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas. Melalui pertemuan ini, pengurus dan atlet diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan program pembinaan yang terarah, konsisten, dan berkelanjutan.
Pembinaan tidak hanya berfokus pada pencapaian medali, tetapi juga pada peningkatan kemampuan, kedisiplinan, konsistensi latihan, dan perkembangan potensi setiap atlet. Dukungan organisasi serta ketersediaan fasilitas latihan yang memadai turut menjadi aspek penting dalam menunjang proses tersebut. Sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet juga diperlukan untuk membangun lingkungan olahraga yang inklusif dan kompetitif. Dengan komunikasi yang baik, kebutuhan atlet dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menyusun program pembinaan.
Hendra Dorong Pembinaan Atlet Disabilitas yang Terarah

Ketua NPC DKI Jakarta Selatan, Hendra, mengatakan rapat pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan komitmen pengurus dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas di Jakarta Selatan.
“Rapat pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan komitmen seluruh pengurus dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas di Jakarta Selatan. Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet mendapatkan perhatian, dukungan, dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta meraih prestasi,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, pembinaan atlet harus dilaksanakan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Prestasi olahraga membutuhkan proses panjang yang ditopang kedisiplinan, kerja sama, serta dukungan berbagai pihak.
“Ke depan, kami berharap pembinaan dapat berjalan semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan. Prestasi tidak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui proses, kedisiplinan, kerja sama, dan dukungan semua pihak. Kami berkomitmen untuk terus mendorong potensi atlet agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Jakarta Selatan di berbagai ajang olahraga,” tambahnya.
Persiapan Atlet Menuju Peparnas 2028

Penguatan pembinaan atlet disabilitas menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan potensi olahraga di Jakarta Selatan. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, NPC Jakarta Selatan diharapkan dapat menjaring bibit atlet berbakat sekaligus mendukung peningkatan kemampuan atlet yang telah menjalani latihan.
Persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah dan nasional membutuhkan perencanaan, evaluasi perkembangan atlet, serta koordinasi yang konsisten antara pengurus, pelatih, dan atlet.
Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 menjadi salah satu agenda kompetisi nasional yang disebut dalam konteks persiapan atlet. Karena itu, penguatan organisasi dan pembinaan yang terarah diharapkan dapat membantu atlet mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kesiapan untuk berkompetisi.
Melalui rapat pembinaan ini, NPC Jakarta Selatan menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mendukung perkembangan olahraga disabilitas. Dukungan yang berkesinambungan diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk berkembang, meraih prestasi, dan membawa nama Jakarta Selatan dalam berbagai ajang olahraga.





