Navigasi Mode Pria, Buku Ketiga Ichwan Thoha yang Jadi Referensi Fashion Pria

Navigasi Mode Pria, Buku Ketiga Ichwan Thoha

BicaraPlus – Dunia mode pria tidak hanya berbicara soal pakaian dan penampilan. Di balik setiap item fashion terdapat sejarah, istilah, perkembangan gaya, hingga cerita yang membentuk cara berpakaian seseorang. Perspektif tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat Ichwan Thoha melalui buku terbarunya, Navigasi Mode Pria Kamus, Istilah, dan Referensi.

Buku tersebut diluncurkan di Kinokuniya Grand Indonesia, Jakarta, pada 7 Oktober 2026. Peluncurannya sekaligus menjadi bagian dari peringatan 30 Tahun Ichwan Thoha Berkarya, menandai tiga dekade perjalanannya di dunia mode dan pendidikan mode. Berbeda dari buku fashion yang umumnya disusun dalam bentuk narasi atau pembahasan tematik, Navigasi Mode Pria menggunakan pendekatan seperti kamus. Pembaca dapat menemukan berbagai istilah dan item mode berdasarkan urutan alfabet.

Setiap entri tidak berhenti pada pengertian sebuah item. Ichwan Thoha melengkapinya dengan sketsa, sejarah, argumentasi, hingga storytelling yang membantu pembaca memahami konteks di balik berbagai elemen mode pria.

Mode Pria dalam Format Kamus

Pendekatan kamus menjadi salah satu keunikan Navigasi Mode Pria. Format tersebut membuat buku dapat digunakan secara lebih praktis, terutama bagi pembaca yang ingin mencari informasi mengenai item atau istilah tertentu dalam dunia fashion pria. Di dalamnya, mode tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan estetika. Berbagai elemen fashion juga dibaca melalui sejarah dan perkembangan pemikiran yang melatarbelakanginya.

Dengan pendekatan tersebut, buku ini memiliki fungsi ganda. Di satu sisi dapat menjadi referensi bagi pria yang ingin memahami dunia fashion dan penampilan. Di sisi lain, buku ini dapat dimanfaatkan sebagai tambahan literatur bagi mereka yang mempelajari mode secara akademis maupun profesional.

Ichwan Thoha mengatakan, penerbitan buku merupakan bagian penting dari perjalanan personal sekaligus profesionalnya. Baginya, buku merupakan salah satu cita-cita yang telah dibangun sejak kecil. Karena itu, karya tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi pemikiran, tetapi juga bentuk rasa syukur sekaligus warisan untuk dunia mode dan pendidikan mode. Ia juga melihat buku sebagai bagian dari upaya memperkuat identitasnya sebagai akademisi di bidang mode.

Menjadi Legacy Ichwan Thoha

Photo Bicaraplus 12 1

Memasuki 30 tahun perjalanan berkarya, Navigasi Mode Pria memiliki makna lebih dari sekadar buku ketiga Ichwan Thoha. Karya ini menjadi bagian dari upayanya meninggalkan dokumentasi pengetahuan mengenai mode pria yang dapat digunakan lintas generasi. Terlebih, referensi berbahasa Indonesia mengenai istilah dan sejarah mode pria masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan.

Buku ini ditujukan kepada pria yang memiliki perhatian terhadap penampilan. Namun cakupannya juga diperluas untuk kebutuhan pendidikan, termasuk kampus, sekolah mode, kursus, serta bidang seni yang memiliki keterkaitan dengan fashion.

Kehadiran buku tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengalaman panjang di industri dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang lebih sistematis dan mudah diakses.

Tiga Dekade Berkarya di Dunia Mode

Momentum peluncuran Navigasi Mode Pria menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 30 Tahun Ichwan Thoha Berkarya. Tiga dekade tersebut menjadi perjalanan panjang yang menghubungkan dunia mode, pendidikan, kreativitas, dan literasi. Karena itu, peluncuran buku tidak hanya menjadi agenda memperkenalkan karya baru, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan Ichwan Thoha di industri mode.

Dalam kesempatan tersebut, Ichwan Thoha turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung proses penerbitan buku dan penyelenggaraan acara. Apresiasi diberikan kepada Kinokuniya Grand Indonesia, termasuk Lilik Satrio, Fatoni, dan seluruh tim, Keluarga Besar HM Thoha Saleh, serta tim yang terdiri dari Ruslan, S. Visi Julianti, dan Diariza Dwi Putri.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para kontributor Adi Barlan, Reza Bustami, dan Aditya Pradipta Wardhana. Sejumlah rekanan yang turut mendukung kegiatan tersebut antara lain Emiliana Design, Cap Badak, Future Nest Indonesia, Snub, dan Ireng Garlic.

Ketika Fashion Menjadi Pengetahuan

Lebih dari sekadar membahas bagaimana seorang pria berpakaian, Navigasi Mode Pria menawarkan cara lain dalam melihat fashion sebagai bagian dari pengetahuan dan kebudayaan. Istilah, bentuk pakaian, sejarah, serta perkembangan gaya memiliki konteks yang panjang. Memahami konteks tersebut membuat fashion tidak berhenti pada persoalan tren, tetapi juga berkaitan dengan identitas, kreativitas, sejarah, dan perubahan sosial.

Di titik inilah buku Ichwan Thoha menemukan relevansinya. Format kamus membuat pembaca dapat menggunakannya sebagai rujukan praktis, sementara sketsa dan storytelling memberikan dimensi visual serta naratif. Peluncuran Navigasi Mode Pria: Kamus, Istilah, dan Referensi sekaligus mempertegas kontribusi Ichwan Thoha dalam mendokumentasikan pengetahuan mengenai mode pria di Indonesia.

Setelah tiga dekade berkarya, buku ini menjadi salah satu bentuk legacy yang mempertemukan pengalaman, pengetahuan, dan kecintaannya terhadap dunia mode.

Bagikan