Ketua DPD RI dan Rosatom Bahas Strategis Pengembangan PLTN untuk Masa Depan Energi Indonesia

Ketua DPD RI dan Rosatom Bahas Strategis Pengembangan PLTN untuk Masa Depan Energi Indonesia

BicaraPlus – Ketua DPD RI dan Rosatom menjadi sorotan setelah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menerima kunjungan Direktur Jenderal Badan Atom Federasi Rusia, Rosatom, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/5). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia sebagai solusi energi masa depan yang bersih dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Sultan menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir memiliki prospek besar untuk mendukung kebutuhan elektrifikasi nasional di tengah ancaman krisis energi fosil global. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pertemuan antara Sultan B. Najamudin dan Alexey Evgenievich Likhachev juga menjadi sinyal kuat semakin eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia di sektor energi.

Ketua DPD RI dan Rosatom Dorong Energi Bersih Indonesia

Sultan mengatakan energi nuklir merupakan salah satu sumber energi bersih yang efisien dan relevan dengan target Paris Agreement serta komitmen net zero emission Indonesia. “Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Pemerintah Rusia yang sangat sungguh-sungguh menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir bersama Indonesia,” ujar Sultan kepada delegasi Rosatom.

Menurut Ketua DPD RI mendukung penuh kerja sama Pemerintah Indonesia dan Rusia, khususnya setelah intensifnya komunikasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin dalam berbagai sektor strategis, terutama energi. Ia juga menilai pengembangan PLTN sangat cocok diterapkan di negara kepulauan seperti Indonesia yang membutuhkan pemerataan pasokan listrik hingga wilayah terpencil.

Namun demikian, Ketua DPD RI mengakui masih terdapat tantangan besar dalam proses sosialisasi energi nuklir kepada masyarakat Indonesia. “Energi nuklir sangat bagus untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Namun kami membutuhkan waktu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat karena nuklir cukup sensitif dan masih menjadi sesuatu yang baru di Indonesia,” tegasnya.

Rosatom Tawarkan PLTN Terapung untuk Indonesia

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Evgenievich Likhachev, memaparkan berbagai strategi pengembangan PLTN, termasuk aspek teknologi hingga skema pembiayaan. Rosatom sendiri dikenal sebagai perusahaan energi atom milik negara Rusia yang telah mengembangkan proyek PLTN di berbagai negara.

“Kami merasa terhormat atas sambutan dan peluang kerja sama yang akan dikembangkan bersama Indonesia,” ujar Likhachev. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya mengetahui perhatian besar Ketua DPD RI terhadap pengembangan energi hijau dan transisi energi nasional.

Menurut Likhachev, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Karena itu, kebutuhan energi nasional dipastikan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. “Energi seperti darah dalam ekonomi. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan pasokan energi yang besar, stabil, dan berkelanjutan,” katanya.

Ketua DPD RI dan Rosatom Bahas PLTN Terapung

Salah satu usulan utama Rosatom dalam pertemuan tersebut adalah pembangunan PLTN terapung di beberapa wilayah Indonesia. Teknologi ini dinilai cocok untuk negara kepulauan karena mampu menjangkau daerah yang sulit memperoleh pasokan listrik konvensional. Likhachev mengungkapkan bahwa gagasan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan respons positif.

“Kami telah menyampaikan gagasan ini kepada Presiden Prabowo dan beliau telah memberikan arahan kepada PLN. Kami juga sudah bertemu dengan PLN untuk membahas potensi kerja sama ini,” ujarnya. Rosatom berharap kerja sama tidak hanya berhenti pada tahap pembahasan teknis, tetapi juga menyentuh aspek edukasi publik mengenai keamanan dan manfaat energi nuklir.

Karena itu, pihak Rusia berharap dapat bekerja sama dengan DPD RI dalam melakukan sosialisasi energi nuklir kepada masyarakat Indonesia.

Potensi PLTN untuk Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan PLTN dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan transisi menuju energi hijau, PLTN dianggap mampu menyediakan listrik dalam kapasitas besar dengan emisi karbon yang rendah.

Indonesia sendiri tengah mendorong diversifikasi energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan energi fosil lainnya. Kerja sama antara Indonesia dan Rusia di sektor energi nuklir juga berpotensi membuka peluang investasi, transfer teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang energi atom. Selain itu, pengembangan PLTN dapat menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri di masa depan.

Dukungan Regulasi dan Sosialisasi Jadi Tantangan

Meski memiliki prospek besar, pengembangan PLTN di Indonesia masih membutuhkan dukungan regulasi yang kuat serta edukasi publik yang masif. Pemerintah dan parlemen perlu memastikan kesiapan infrastruktur, keamanan, hingga penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir.

Ketua DPD RI menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan menjadi momentum penting untuk memperkuat landasan hukum pengembangan energi nuklir nasional. Sultan berharap kerja sama Indonesia dan Rusia dapat memberikan manfaat strategis bagi masa depan energi Indonesia sekaligus mempercepat tercapainya target net zero emission.

Bagikan