
BicaraPlus – Luka kecil seperti lecet, goresan atau luka iris sering kali dianggap sepele. Namun, bagi orang yang punya mobilitas tinggi, luka ringan bisa cukup mengganggu aktivitas. Masalahnya bukan hanya soal rasa sakit, tetapi juga bagaimana melindungi luka tanpa membuat gerak menjadi terbatas.
Perubahan gaya hidup inilah yang ikut mendorong perkembangan produk wound care. Salah satu inovasi yang kini mulai diperkenalkan di Indonesia adalah Hansaplast Spray Plaster, perlindungan luka dalam bentuk semprotan. Produk ini diperkenalkan dalam rangkaian perayaan 20 tahun Watsons di Indonesia pada 3 Oktober 2026. Kehadirannya menarik perhatian karena menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan plester yang selama ini umum digunakan.
Alih-alih menempelkan lembaran plester pada kulit, produk disemprotkan langsung ke area luka. Setelah diaplikasikan, terbentuk lapisan film transparan dan fleksibel yang membantu melindungi luka dari air dan kotoran.
Ketika Plester Tidak Lagi Harus Terlihat
Bagi sebagian orang, penggunaan plester bukan persoalan besar. Namun, pada aktivitas tertentu, plester yang menempel di kulit dapat terasa kurang nyaman atau bahkan mudah terlepas. Misalnya ketika berolahraga, melakukan aktivitas luar ruang atau berada di lingkungan yang membuat tubuh banyak bergerak.
Di titik inilah konsep spray plaster menjadi menarik. Perlindungan luka tidak lagi berbentuk lapisan yang terlihat jelas, tetapi berupa film tipis yang mengikuti permukaan kulit. Hansaplast Spray Plaster dirancang untuk luka akut dan superfisial, termasuk luka iris, lecet, sobekan ringan dan cakaran.
Lapisan yang terbentuk juga bersifat fleksibel sehingga memungkinkan pengguna tetap bergerak tanpa harus terlalu khawatir perlindungan luka mengganggu aktivitas.
Wound Care Mengikuti Perubahan Gaya Hidup
Perkembangan produk perawatan luka sebenarnya menunjukkan perubahan yang lebih luas dalam industri personal care. Konsumen saat ini tidak hanya mencari produk yang mampu menjalankan fungsi dasarnya. Faktor kepraktisan, kenyamanan dan kesesuaian dengan aktivitas sehari-hari semakin menjadi pertimbangan.
Dalam konteks tersebut, inovasi seperti spray plaster mencoba menjawab kebutuhan konsumen yang ingin tetap aktif tanpa harus terlalu terganggu oleh luka ringan. “The New Generation of Wound Care: Smarter Protection for Everyday Life” menjadi tema yang diangkat dalam peluncuran Hansaplast Spray Plaster di Watsons.
Tema tersebut menggambarkan perubahan cara pandang terhadap perawatan luka: bukan sekadar menutup luka, tetapi mencari bentuk perlindungan yang lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Dipakai Saat Olahraga hingga Aktivitas Luar Ruang

Salah satu karakteristik Hansaplast Spray Plaster adalah bentuknya yang praktis. Produk berbentuk aerosol ini dapat digunakan pada area luka yang membutuhkan perlindungan dan membentuk lapisan transparan setelah diaplikasikan. Format tersebut membuatnya relevan untuk berbagai aktivitas yang membutuhkan fleksibilitas gerak.
Namun, seperti produk perawatan luka lainnya, pengguna tetap perlu memperhatikan jenis luka. Spray plaster ditujukan untuk luka ringan dan superfisial, bukan untuk luka berat atau luka yang membutuhkan penanganan medis. Peluncuran Hansaplast Spray Plaster dilakukan bersamaan dengan perayaan 20 tahun Watsons di Indonesia. Momentum tersebut mempertemukan inovasi produk wound care dengan konsumen yang semakin terbiasa mencari produk kesehatan dan perawatan diri yang praktis.
Business Unit Health Care Director Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, melihat perubahan pola aktivitas masyarakat sebagai salah satu faktor yang membuat kebutuhan terhadap solusi perawatan diri ikut berkembang. Sementara itu, Head of Trading Watsons Indonesia, Irwan Yapari, menilai inovasi produk menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman belanja yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Kini, Hansaplast Spray Plaster tersedia melalui gerai Watsons maupun kanal penjualan daring Watsons. Bagi konsumen yang terbiasa berolahraga, bepergian atau menjalani aktivitas dengan mobilitas tinggi, kehadiran spray plaster menawarkan satu pilihan baru: perlindungan luka yang tidak harus selalu terlihat seperti plester pada umumnya.
Pada akhirnya, perkembangan perawatan luka menunjukkan bahwa produk sederhana sekalipun terus beradaptasi. Bukan hanya soal bagaimana luka terlindungi, tetapi juga bagaimana perlindungan tersebut bisa mengikuti ritme kehidupan penggunanya.





