
BicaraPlus – Keberanian Viona Amalia Adinda Putri untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual menjadi sorotan. Ia mengaku langkah tersebut diambil bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan olahraga.
Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, akhirnya memilih bersuara soal dugaan kekerasan seksual yang ia alami.
Keputusan itu tidak mudah. Ia sempat memilih diam karena rasa malu dan takut, sebelum akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum.
Isi Artikel:
Keberanian Viona Amalia Adinda Putri untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual menjadi sorotan. Ia mengaku langkah tersebut diambil bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan olahraga.
“Awalnya, saya mencoba menyelesaikan persoalan ini melalui jalur internal. Saya mengirimkan laporan resmi ke federasi, yaitu PP KBI dan terus melakukan tindak lanjut melalui pesan dan panggilan,” ungkapnya.
Proses tersebut sempat berlanjut dengan pembentukan tim kode etik. Namun, menurut Viona, langkah itu belum memberikan perlindungan yang ia harapkan.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan, ia akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke pihak Kepolisian. Sebelum itu, ia juga sempat melaporkan kejadian tersebut ke Komite Olahraga Nasional Indonesia daerah.
Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi saat dirinya tengah menjalani masa latihan intensif. Dalam kondisi fokus mempersiapkan diri sebagai atlet, ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari terduga pelaku.
Viona mengakui bahwa keputusan untuk berbicara bukan hal yang mudah. Rasa malu dan ketakutan sempat membuatnya memilih diam dan hanya melapor secara internal.
Namun seiring waktu, ia merasa perlu mengambil langkah lebih jauh demi mendapatkan keadilan.
Dalam proses pelaporan ke Kepolisian, Viona bahkan mengaku menjalani semuanya sendiri tanpa didampingi kuasa hukum. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga harga diri sekaligus memperjuangkan haknya.
Kini, ia berharap keberaniannya bisa menjadi pesan bagi atlet lain, khususnya perempuan, untuk tidak takut bersuara.
Menurutnya, masih banyak kasus serupa yang tidak terungkap karena korban memilih diam.
Ia pun mengingatkan bahwa pencapaian dalam olahraga tidak seharusnya dibayar dengan mengorbankan martabat diri.
Bagi Viona, menjaga harga diri jauh lebih penting daripada sekadar prestasi. Ia menegaskan, tidak ada alasan untuk membiarkan tindakan yang melanggar batas hanya demi karier di dunia olahraga.





