
Bicaraplus – Film religi-drama Tuhan, Benarkah Kau Mendengar Aku? resmi diperkenalkan melalui konferensi pers yang digelar di Jakarta. Film hasil kolaborasi Paragon Pictures dan IDEOSource ini mengangkat kisah keteguhan, kekuatan, dan perjuangan perempuan dalam menghadapi ujian hidup, dengan pendekatan yang hangat dan membumi.
Perwakilan Paragon Pictures menyampaikan bahwa film ini lahir dari keyakinan untuk menghadirkan karya yang jujur dan relevan bagi banyak orang. Cerita yang dihadirkan merefleksikan bagaimana seseorang tetap mampu melangkah maju ketika hidup terasa runtuh, serta pentingnya komunikasi dan ketulusan dalam keluarga.
Sutradara Roberson menjelaskan bahwa film ini berbeda dari film religi pada umumnya karena secara konsisten mengambil sudut pandang perempuan. Setiap karakter dibangun dengan kedalaman emosi dan tidak digambarkan secara hitam-putih. Film ini disajikan tanpa drama yang berlebihan, namun tetap menghadirkan rasa haru dan refleksi yang kuat. Pendekatan visual pun dibuat sederhana namun indah, selaras dengan pesan spiritual yang ingin disampaikan.
Produser Tanyu Isden menambahkan bahwa kekuatan karakter dan cerita menjadi alasan utama kolaborasi lintas rumah produksi ini. Menurutnya, film ini memiliki pesan yang universal dan dapat diterima lintas budaya, termasuk untuk penonton di Malaysia yang juga menjadi salah satu wilayah distribusi.
Selain menghadirkan cerita di layar, rangkaian kegiatan film ini juga melibatkan komunitas dan pelaku UMKM perempuan di berbagai kota di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas, sejalan dengan nilai pemberdayaan yang diusung film.
Perwakilan WAU Multinational Teachers menyampaikan bahwa film ini membawa pesan moral yang kuat tentang keikhlasan dan keyakinan. Film ini diharapkan dapat mengingatkan penonton bahwa di balik setiap ujian hidup selalu ada makna, dan bahwa doa serta keteguhan hati memiliki peran penting dalam proses bangkit.
Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengar Aku? dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 Januari dan diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi penonton Indonesia tentang keluarga, perempuan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.





