Try Sutrisno Meninggal Dunia, Wakil Presiden ke-6 RI Wafat di RSPAD Jakarta

Polyworking 34

BicaraPlus – Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui pesan resmi yang beredar di kalangan kerabat dan tokoh nasional.

Jenazah almarhum dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat. Pihak keluarga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta memaafkan segala kesalahan semasa hidupnya. Informasi mengenai jadwal dan lokasi pemakaman akan diumumkan kemudian.

Kepergian Try Sutrisno menjadi momen reflektif bagi bangsa Indonesia, mengingat perannya yang sangat panjang dalam sejarah militer dan pemerintahan nasional.

Jejak Karier Militer dan Kepemimpinan Nasional

Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh dalam lingkungan yang membentuk karakter disiplin dan nasionalisme kuat. Ia memulai karier militernya sejak usia muda dan dikenal sebagai perwira dengan loyalitas tinggi terhadap negara.

Dalam perjalanan pengabdiannya di tubuh ABRI, ia dipercaya memegang sejumlah posisi strategis, mulai dari Pangdam IV/Diponegoro, Panglima Kostrad, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), hingga Panglima ABRI. Di masa itu, stabilitas keamanan nasional menjadi fokus utama, dan kepemimpinannya berperan dalam menjaga konsolidasi pertahanan negara di tengah dinamika politik Orde Baru.

Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno berada di lingkaran inti pengambilan keputusan strategis negara, terutama dalam isu pertahanan dan keamanan nasional.


Wakil Presiden ke-6 RI di Era Orde Baru

Pada tahun 1993, Try Sutrisno dipercaya mendampingi Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai Wakil Presiden periode 1993–1998. Masa jabatannya berada di fase krusial menjelang perubahan besar dalam sejarah Indonesia, yakni reformasi 1998.

Sebagai Wakil Presiden RI, ia dikenal lebih banyak bekerja di balik layar, menjaga stabilitas politik dan mendukung agenda pembangunan nasional. Gaya kepemimpinannya cenderung tenang, tidak konfrontatif, namun memiliki pengaruh kuat dalam dinamika pemerintahan saat itu. Periode tersebut menjadi bagian penting dalam transisi sejarah Indonesia dari era Orde Baru menuju reformasi.

Warisan Sejarah dan Catatan Pengabdian

Nama Try Sutrisno tercatat dalam sejarah sebagai figur militer sekaligus negarawan yang mengabdi lebih dari setengah abad kepada bangsa dan negara. Dari medan tugas militer hingga Istana Wakil Presiden, ia menjalani peran yang tidak sederhana di tengah perubahan geopolitik dan dinamika nasional.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan seorang mantan Wakil Presiden RI, tetapi juga simbol generasi kepemimpinan yang lahir dari tradisi militer dan bertransformasi ke panggung politik nasional.

Indonesia mengenang Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno sebagai bagian dari perjalanan panjang Republik ini. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Bagikan