Trump Umumkan Operasi Militer Besar-besaran ke Iran, Tegaskan Tak Akan Biarkan Punya Senjata Nuklir

1772276050773 untitled

BicaraPlus – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang ditimbulkan Teheran.

“Belum lama ini, militer AS memulai operasi militer besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” kata Trump.

Dalam pernyataannya, Trump melontarkan sejumlah ancaman keras. Ia menegaskan AS akan menghancurkan rudal Iran, “meratakan” industri rudal negara itu, serta melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya. Ia juga menyatakan bahwa pasukan proksi Iran di kawasan tidak akan lagi mampu menggoyahkan stabilitas.

Trump kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Rezim ini akan segera menyadari bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan otoritas Angkatan Bersenjata AS,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka mengembangkan senjata nuklir. Teheran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Sejumlah laporan intelijen AS dan badan pengawas nuklir PBB juga sebelumnya menyatakan belum menemukan bukti bahwa Iran tengah mengembangkan senjata atom. Namun, Israel serta beberapa pejabat di pemerintahan Trump terus menyuarakan kekhawatiran terkait aktivitas nuklir Iran.

Dalam video yang dibagikan melalui platform Truth Social, Trump mengakui bahwa operasi militer tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa dari pihak Amerika.

Ia menyebut risiko itu sebagai bagian yang “biasa” dalam perang. Trump menambahkan, kampanye militer tersebut dilakukan bukan hanya untuk saat ini, melainkan demi masa depan.

“Kami melakukan ini bukan untuk saat ini, tetapi untuk masa depan. Ini adalah misi mulia,” katanya.

Salah satu area yang menjadi target di ibu kota Teheran dilaporkan berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, Khamenei disebut tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait isu program nuklir dan aktivitas militer Iran di kawasan Timur Tengah.

Bagikan