Tren Pendanaan VC AS Januari–Juli 2025 Melonjak 75%

1 4

BicaraPlus, Tren pendanaan VC AS Januari–Juli 2025 menunjukkan lonjakan nilai sekitar 75% dibanding periode yang sama 2024, meski volume deal turun ~4%, menurut analisis GlobalData. Pergeseran ini menegaskan fokus investor pada lebih sedikit transaksi dengan nilai lebih besar, terutama pada startup berpotensi tinggi.

Data GlobalData menempatkan Amerika Serikat sebagai motor utama ekosistem modal ventura global sepanjang tujuh bulan pertama 2025. Dari sisi porsi pasar, AS mencatat sekitar 30% terhadap volume deal global dan 65% terhadap total nilai pendanaan VC dunia. Artinya, dua dari tiga dolar modal ventura yang berputar secara global selama periode tersebut mengalir ke startup di AS.

Menurut Aurojyoti Bose, Lead Analyst di GlobalData, kontras antara penurunan jumlah transaksi dan lompatan nilai pendanaan menunjukkan bergesernya strategi investor menuju fewer but bigger bets. Investor kian selektif dan mengonsentrasikan dana pada perusahaan yang dinilai mampu memberikan pengembalian signifikan, sehingga nilai tiap deal meningkat sementara jumlah deal menyusut.

Tren ini sejalan dengan menguatnya minat pada sektor teknologi frontier terutama kecerdasan buatan (AI) dan pertahanan yang dinilai memiliki lintasan pertumbuhan jangka panjang. Beberapa transaksi jumbo yang mewarnai periode Januari Juli 2025 antara lain: OpenAI yang memperoleh pendanaan sekitar US$40 miliar, Anthropic US$3,5 miliar, Infinite Reality US$3 miliar, Anduril US$2,5 miliar, serta Thinking Machines Lab US$2 miliar. Daftar ini menegaskan bahwa konsentrasi modal ventura amat kuat pada pemain yang sudah menunjukkan product-market fit dan traksi teknologi yang jelas.

Di tingkat global, performa AS kontras dengan dua pasar besar lainnya. China mengalami penurunan baik pada volume maupun nilai: masing-masing sekitar 1% dan 38% secara tahunan pada Januari–Juli 2025. Sementara itu, Inggris (UK) juga menghadapi penurunan 14% pada volume deal dan 11% pada nilai pendanaan. Perbedaan arah ini mempertegas reposisi AS sebagai poros utama inovasi dan pendanaan startup global tahun ini.

Bagi para pelaku industri, kombinasi selektivitas investor dan dominasi sektor AI membawa beberapa implikasi. Pertama, akses pendanaan cenderung lebih ramah bagi startup yang mampu menunjukkan jalur monetisasi yang jelas, efisiensi biaya, serta keunggulan teknologi yang sulit ditiru. Kedua, late-stage deals relatif lebih bergairah dibanding early-stage karena profil risiko yang dianggap lebih terkendali oleh investor institusional. Ketiga, meski jumlah transaksi menurun, kompetisi untuk masuk ke cap table perusahaan unggulan menjadi lebih ketat, sehingga kualitas go-to-market dan tata kelola korporat menjadi faktor pembeda.

GlobalData juga mencatat bahwa data historis bisa berubah apabila ada transaksi yang terlambat diungkap ke publik. Namun demikian, arah besar pasar selama tujuh bulan pertama 2025 menunjukkan pola konsisten: nilai transaksi naik tajam, volume menurun tipis, dan AS memegang kendali pendanaan global.

Bagi ekosistem startup di kawasan lain, termasuk Asia Tenggara, momentum ini dapat dibaca sebagai peluang sekaligus tantangan. Peluang karena meningkatnya selera terhadap solusi AI lintas industri membuka ruang kolaborasi dan ekspansi pasar ke AS. Tantangan karena kompetisi capital access semakin menuntut metrics yang kuat—dari pertumbuhan pendapatan, unit economics positif, hingga path to profitability yang kredibel.

Seiring berjalannya waktu memasuki semester kedua, pelaku pasar menantikan apakah tren konsentrasi pendanaan pada transaksi bernilai besar akan berlanjut, dan sejauh mana dampaknya terhadap valuasi tahap awal. Untuk saat ini, sinyal pasar menunjukkan satu hal: investor membayar mahal untuk kualitas.

Bagikan