Traktat Keamanan Baru Indonesia–Australia, Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik dan Investasi Strategis

image 1 edited

Bicaraplus – Kunjungan resmi Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, ke Indonesia pada 5–7 Februari 2026 menandai babak baru penguatan kemitraan strategis kedua negara. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka Jakarta, kedua pemimpin menegaskan komitmen memperluas kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, pendidikan, hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Momentum utama kunjungan ini ditandai dengan penandatanganan traktat keamanan bersama yang menjadi tonggak baru kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia. Kesepakatan ini memperkuat fondasi kerja sama keamanan sebelumnya sekaligus mencerminkan kesamaan visi kedua negara dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan sejahtera. Selain itu, kerja sama pertahanan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas industri strategis, latihan militer bersama, serta penguatan koordinasi keamanan regional.

Dari sisi ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi investasi, khususnya pada sektor hilirisasi mineral kritis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Kerja sama ini juga mencakup penguatan ketahanan pangan, pengembangan rantai pasok industri strategis, serta peningkatan keamanan ekonomi melalui kolaborasi investasi jangka panjang. Nota kesepahaman antara pemerintah Australia dan dana kekayaan negara Indonesia menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investasi bilateral.

Penguatan kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus penting dalam pertemuan ini. Kedua negara mendorong perluasan program beasiswa, pelatihan tenaga pendidik, serta penguatan mutual recognition agreement sertifikasi profesi. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk berkiprah di pasar global, khususnya di Australia.

Secara simbolik, penyambutan kenegaraan yang menampilkan tarian tradisional Naik Konos Larik dari Nusa Tenggara Timur mempertegas pendekatan diplomasi budaya Indonesia dalam hubungan internasional. Suasana pertemuan yang hangat mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara yang kini diposisikan bukan hanya sebagai mitra strategis, tetapi juga sebagai sahabat dekat dalam menjaga stabilitas kawasan.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia serta penguatan prinsip good neighbor policy. Dengan kombinasi kerja sama keamanan, investasi strategis, pendidikan, dan kemaritiman, hubungan Indonesia dan Australia kini memasuki fase kemitraan yang semakin komprehensif, sejalan dengan upaya bersama menciptakan stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

Bagikan