
BicaraPlus – rminal Petikemas (TPK) Semarang memastikan kesiapan operasional dalam mengantisipasi potensi lonjakan arus petikemas menjelang Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelancaran layanan logistik serta stabilitas kegiatan bongkar muat selama periode puncak libur panjang.
Berdasarkan simulasi operasional yang telah dilakukan, tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR) pada periode Lebaran diproyeksikan berada pada level tinggi. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, manajemen terminal melakukan berbagai strategi penguatan kapasitas, termasuk optimalisasi area penumpukan dan pemanfaatan tambahan fasilitas operasional.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengoperasian Dermaga Samudera 02 untuk kegiatan petikemas serta pemanfaatan area lini 2 guna menjaga YOR tetap berada dalam batas aman. Selain itu, penambahan blok penumpukan juga dilakukan di sejumlah area seperti Ex Lamicitra, Ex PEL, dan Ex Adam Wiji (MTI).
Dari sisi peralatan, terminal menyiapkan tambahan dua unit reach stacker serta melakukan perbantuan tenaga operator dan yard planner untuk memastikan produktivitas tetap terjaga selama periode sibuk. Penguatan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus barang di tengah meningkatnya aktivitas logistik menjelang Hari Raya.
Untuk mencegah antrean kendaraan di area terminal, TPK Semarang turut mengoptimalkan penerapan Truck Booking System (TBS), pemanfaatan buffer area, serta penataan arus keluar-masuk peti kemas secara lebih terintegrasi.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa kesiapan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh dan simulasi yang telah dilakukan sejak jauh hari.
Menurutnya, fokus utama pada Lebaran 2026 adalah pengendalian kepadatan lapangan serta menjaga kelancaran arus petikemas agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal.
Ia menambahkan bahwa strategi operasional tahun ini disusun berdasarkan evaluasi kinerja periode sebelumnya. Optimalisasi kapasitas terminal, penguatan peralatan, serta pengaturan arus kendaraan diharapkan mampu menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat selama periode Imlek dan Idulfitri.
Langkah antisipatif yang dilakukan TPK Semarang juga mendapat apresiasi dari kalangan pengguna jasa. Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah, Teguh, menilai kesiapan terminal merupakan langkah positif dalam menjaga stabilitas rantai pasok nasional selama masa libur panjang.
Ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan koordinasi antara terminal dengan pelaku logistik agar arus barang tetap efisien dan terkendali.
Melalui berbagai strategi tersebut, TPK Semarang menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan logistik serta memberikan kepastian operasional bagi seluruh pengguna jasa selama periode Lebaran 2026.





