Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin Raih Doktor Honoris Causa dari KMOU, Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia-Korea

1000033444

BicaraPlus – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bakhtiar Najamudin, resmi menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU) di Busan, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Kim Kang-hee Hall, KMOU Library, distrik Yeongdo-gu, Busan, dipimpin langsung Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun.

Hadir dalam seremoni tersebut jajaran civitas academica, senat kampus, serta promotor Prof. Dr. Kim Soo-il dari Busan University of Foreign Studies.Penghargaan ini menjadikan Sultan sebagai tokoh nasional Indonesia kedua yang menerima doktor kehormatan dari KMOU, setelah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri pada 19 Oktober 2015.

Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryoo Dong-Keun, menyampaikan bahwa kunjungan Sultan memiliki dua agenda besar, yakni penganugerahan gelar doktor kehormatan dan peluncuran Forum Kerja Sama Maritim Korea–Indonesia bersama Korea Offshore Plant Service Industry Association.“Kerja sama dengan Indonesia merupakan pilar utama strategi internasionalisasi KMOU dalam memimpin era maritim global. Bersama industri, akademisi, dan riset, kami akan membangun model kolaborasi nyata untuk kemakmuran berkelanjutan kedua negara,” ujarnya.

Promotor Prof. Dr. Kim Soo-il menjelaskan bahwa gelar kehormatan diberikan atas kiprah Sultan dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, termasuk advokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir.Dalam orasi ilmiahnya, Sultan menegaskan bahwa laut memiliki makna strategis bagi masa depan peradaban dunia.“Laut adalah pemersatu peradaban.

Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” kata Sultan Bachtiar Najamudin.Ia menekankan pentingnya kolaborasi global yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, sejalan dengan visi green economy dan blue economy Indonesia.

Bagi Indonesia, penghargaan ini dinilai strategis karena membuka peluang kolaborasi konkret di bidang teknologi kemaritiman, riset sumber daya laut, pendidikan maritim, dan pembangunan ekonomi daerah berbasis pesisir.Sebagai Ketua DPD RI, Sultan juga aktif mendorong RUU Daerah Kepulauan sebagai landasan kebijakan afirmatif bagi wilayah kepulauan, masyarakat pesisir, serta optimalisasi potensi kelautan nasional sebagai salah satu pilar ekonomi masa depan.

Menurutnya, gelar doktor kehormatan ini membawa tanggung jawab moral untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan, mempertajam kerja sama ekonomi yang implementatif, dan memastikan seluruh kolaborasi berjalan berkelanjutan.

Bagikan