
BicaraPlus, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Kebangsaan di Palembang yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Sultan menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi syarat utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa dan keberhasilan pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Pembangunan daerah dan nasional hanya bisa berjalan dengan baik jika kita mampu menjaga suasana sosial kebangsaan yang aman dan damai,” ujar Sultan B Najamudin saat memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi Palembang tersebut.
Sultan juga menyinggung kondisi politik Indonesia yang sempat memanas beberapa hari terakhir akibat aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah. Namun, ia memastikan bahwa saat ini kondisi nasional sudah kembali kondusif dan terkendali. “Beberapa hari ini demokrasi Indonesia diuji dengan aksi demonstrasi masif di hampir semua daerah. Saat ini situasi nasional sudah stabil, Indonesia baik-baik saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sultan mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil alamin. Menurutnya, Rasulullah bukan hanya seorang nabi, tetapi juga seorang negarawan demokratis yang menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah, keadilan sosial, dan toleransi antarumat beragama. “Di Madinah, Rasulullah membentuk Piagam Madinah yang menjadi dasar kehidupan bersama antara umat Islam, Yahudi, dan suku-suku lainnya. Ini bukti nyata kepemimpinan inklusif dan pluralistik yang patut kita teladani,” ungkap Sultan.
Dalam konteks menyongsong Indonesia Emas 2045, Sultan memberikan pesan khusus kepada generasi muda Palembang dan seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas intelektual, memiliki akhlak mulia, dan mengasah keterampilan unggul untuk menghadapi tantangan masa depan. “Anak muda Indonesia harus fokus meningkatkan kapasitas intelektual, memiliki akhlak yang baik, serta menguasai skill unggul. Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini menjadi momentum penting untuk memastikan generasi penerus siap menjadi penggerak utama Indonesia pada 2045,” ujarnya.

Acara Maulid Nabi dan Doa Kebangsaan di Palembang ini dihadiri lebih dari 5.000 masyarakat dari berbagai lapisan. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPD RI asal Papua Yoriss Raweyay, Anggota DPD RI Jialika Maharani, Duta Besar Republik Seychelles Nico Barito, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebagai wujud keberagaman dan simbol persatuan, doa kebangsaan dipimpin langsung oleh perwakilan enam tokoh lintas agama di Sumatera Selatan, meliputi Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa keberagaman adalah kekuatan utama yang harus dijaga bersama.
Menurut Sultan, peringatan Maulid Nabi Palembang dan Doa Kebangsaan ini menjadi sarana mempererat persatuan bangsa sekaligus refleksi diri untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga stabilitas keamanan dan mempersiapkan generasi muda, Indonesia dapat melangkah lebih pasti menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. “Sebagai bangsa besar, kita perlu mempersiapkan kualitas generasi muda secara serius. Mereka adalah pengisi utama acara puncak Indonesia Emas 2045 nanti,” pungkas Sultan.
Acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas agama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kesatuan dan kedamaian bangsa. Kehadiran Sultan B Najamudin pada Maulid Nabi Palembang menjadi bukti komitmen DPD RI dalam memperkuat harmoni sosial dan mendorong generasi muda untuk terus berkontribusi demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.




