Stok Beras RI Tembus 4 Juta Ton, Mentan: Tertinggi Sepanjang Sejarah

2502Screenshot 2026 03 14 092333

BicaraPlus – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan ketersediaan stok pangan nasional, khususnya beras, saat ini berada dalam kondisi sangat baik.

Hal tersebut disampaikan Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Amran, cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton. Angka ini bahkan menjadi yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras Indonesia.

“Hari ini mencapai 4 juta ton. Data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden,” ujar Amran.

Ia menambahkan, cadangan beras tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 324 hari ke depan.

“Ini tertinggi cadangan kita. Sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” katanya.

Ekspor CPO Naik

Selain beras, Amran juga melaporkan perkembangan positif pada sejumlah komoditas strategis lainnya.

Salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang naik signifikan.

“Ada kabar menarik, Bapak Presiden. CPO kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi alhamdulillah naik,” ungkap Amran.

Peningkatan tersebut turut memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.

PDB Pertanian Tertinggi 25 Tahun

Amran juga menyebut sektor pertanian menunjukkan kinerja positif terhadap perekonomian nasional.

Produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian tercatat mencapai 5,74 persen. Angka ini disebut menjadi capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen,” kata Amran.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan petani juga disebut mencapai level tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sejumlah kebijakan pemerintah.

Di antaranya kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk sekitar 20 persen.

“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini memiliki fondasi yang kuat.

Ia mengatakan, pemerintah tetap harus mencermati berbagai komoditas pangan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan protein masyarakat.

“Saya kira ini fondasi yang kuat. Apa pun yang terjadi, pangan kita aman,” kata Prabowo.

Ia juga menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu sumber protein yang potensial untuk terus dikembangkan.

“Protein yang paling cepat bisa kita dorong adalah perikanan, baik perikanan darat, lepas pantai, maupun perikanan tangkap,” pungkas Prabowo.

Bagikan