
BicaraPlus – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap aman dan mencukupi selama puncak arus balik Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan usai pemantauan langsung di SPBU ruas Tol Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi), Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik dapat mengisi BBM dengan tenang sekaligus memanfaatkan fasilitas SPBU untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Ia menilai SPBU di jalur tersebut memiliki posisi strategis sebagai titik transit kendaraan dari wilayah selatan Jawa Barat menuju Bandung dan Jakarta.
Berdasarkan hasil pemantauan selama periode libur Idulfitri 2026, terjadi peningkatan konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di kisaran 5 hingga 10 persen. Sementara itu, penggunaan Biosolar justru menurun hingga 30 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi kebijakan pembatasan operasional kendaraan berat roda enam atau lebih selama masa mudik dan arus balik.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM, Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU kantong berupa mobil tangki di sejumlah titik di wilayah Jawa Barat. Fasilitas mobile storage ini membawa tambahan pasokan sekitar 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax guna mempercepat distribusi dan menjaga stabilitas stok di SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi.
Selain memantau ketersediaan, BPH Migas juga melakukan pengecekan mutu dan volume BBM melalui uji berat jenis. Hasil pengujian menunjukkan kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat masih sesuai standar yang ditetapkan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari tahap distribusi sebelum BBM diturunkan ke tangki penyimpanan hingga proses penyaluran ke konsumen.
Di sisi lain, pihak Pertamina memastikan strategi penguatan pasokan terus dilakukan melalui penambahan stok secara berkala. Layanan tambahan seperti motoris pengantar BBM juga disiapkan sebagai solusi bagi kendaraan yang mengalami kehabisan bahan bakar saat terjebak kemacetan di jalur arus balik Lebaran.
BPH Migas mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk mengisi BBM secukupnya, merencanakan rute dengan baik, serta menghindari titik rawan kemacetan agar perjalanan kembali ke kota tujuan tetap aman dan nyaman.





