Spekulasi Nasib Jenderal Esmail Qaani Usai Serangan AS–Israel ke Iran

1408255 720 1

BicaraPlus – Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak 28 Februari menewaskan sejumlah pejabat penting negara itu. Salah satunya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei turut menjadi korban.

Di tengah kabar tersebut, satu nama yang disebut selamat adalah Jenderal Esmail Qaani. Komandan Pasukan Quds, unit operasi luar negeri elit Iran, kemudian menjadi sorotan setelah muncul tuduhan bahwa ia melakukan spionase di negaranya sendiri.

Qaani memimpin Pasukan Quds yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Unit ini bertugas mengoordinasikan jaringan kelompok sekutu Iran di Timur Tengah yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan”.

Kecurigaan terhadap Qaani muncul karena ia disebut beberapa kali selamat dari serangan Israel. Ia juga lolos dari serangan terbaru yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh badan intelijen Israel, Mossad. Dalam pernyataannya, Mossad menyebut Qaani bukan mata-mata mereka.

“Ismail Qaani, komandan Pasukan Quds dari IRGC, bukanlah mata-mata kami,” demikian pernyataan Mossad seperti dikutip media Turki En.Haberler.

Qaani, 67 tahun, menggantikan Jenderal Qassem Soleimani sebagai komandan Pasukan Quds pada 2020. Soleimani tewas dalam serangan udara Amerika Serikat di Baghdad, Irak.

Selama masa kepemimpinannya, sejumlah tokoh penting dalam jaringan sekutu Iran di Timur Tengah tewas. Di antaranya pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

Qaani juga sempat beberapa kali dilaporkan tewas dalam berbagai konflik regional. Pada Oktober 2024 dan kembali pada perang Iran–Israel selama 12 hari pada 2025, beberapa media melaporkan ia terbunuh.

Namun, laporan itu terbantahkan setelah Qaani muncul kembali di Teheran pada Juni 2025. Saat itu ia terlihat menghadiri perayaan publik mengenakan pakaian sipil dan topi baseball.

Spekulasi mengenai nasibnya kembali mencuat setelah beredar kabar bahwa ia ditangkap, diinterogasi, bahkan dieksekusi oleh IRGC karena diduga terkait dengan Mossad.

Media The National melaporkan sejumlah akun media sosial mengklaim Qaani telah dieksekusi oleh Garda Revolusi Iran.

“Esmail Qaani, kepala Pasukan Quds Iran, telah dieksekusi oleh IRGC,” tulis salah satu akun di platform X yang dikutip media tersebut.

Akun tersebut juga menyebut Qaani sebelumnya ditahan karena dicurigai sebagai agen Mossad.

Meski demikian, hingga kini pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut. IRGC juga belum memberikan klarifikasi.

Bagikan