Serangan Drone dan Rudal Hantam Infrastruktur Teluk, UEA hingga Kuwait Terdampak

1775390882851 newsmedia tasnimnews ir tasnim uploaded image 1405 01 15 1405011523480463036281504

BicaraPlus – Sejumlah fasilitas infrastruktur penting di kawasan Teluk dilaporkan diserang pada 5 April, dengan kerusakan terjadi di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait.

Serangan menggunakan rudal dan pesawat tak berawak itu diduga dilakukan oleh Iran di tengah meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir.

Iran disebut menargetkan infrastruktur energi dan industri di negara-negara Teluk, dengan alasan negara-negara tersebut mengizinkan pasukan Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka untuk melancarkan serangan.

Kebakaran di Fasilitas Petrokimia UEA

Di Abu Dhabi, otoritas setempat melaporkan kebakaran di kawasan industri Ruwais, yang berada di pantai barat laut negara tersebut.

Kebakaran terjadi di fasilitas petrokimia milik Borouge setelah puing-puing hasil pencegatan target udara jatuh di area tersebut.

Operasi di fasilitas tersebut untuk sementara dihentikan guna menilai kerusakan. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah merespons serangan dengan sistem pertahanan udara. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.

Bahrain dan Kuwait Juga Terdampak

Di Bahrain, perusahaan energi Bapco Energies melaporkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar akibat serangan drone. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban dilaporkan.

Sementara itu di Kuwait, Kementerian Listrik dan Air menyebut dua pembangkit listrik serta fasilitas desalinasi mengalami kerusakan. Serangan drone menyebabkan dua generator berhenti beroperasi dan menimbulkan kerusakan material signifikan.

Ketegangan Kawasan Kian Meningkat

Situasi di kawasan Teluk memang terus memanas. Pada 4 April, serangan terhadap fasilitas petrokimia di wilayah Khuzestan, Iran barat daya, dilaporkan menewaskan lima orang.

Para pengamat menilai eskalasi ini berpotensi meluas ke infrastruktur vital lainnya, termasuk pabrik desalinasi yang menjadi sumber utama air bersih di negara-negara Teluk.

Selain itu, sebelumnya Iran juga telah memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait serangan berulang terhadap fasilitas nuklirnya.

Teheran menyebut serangan tersebut berisiko memicu kebocoran radioaktif yang dapat berdampak luas ke kawasan, serta menilai tindakan itu melanggar hukum internasional.

Bagikan