
Bicaraplus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan pelemahan tajam pada sesi akhir perdagangan hari ini, seiring meningkatnya tekanan sentimen global yang memicu aksi jual di mayoritas sektor saham.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat berada di level 7.876,386 atau turun sekitar 5,44% menjelang penutupan perdagangan. Pelemahan terjadi secara luas dan tercermin dari kinerja indeks saham unggulan lainnya.
Indeks LQ45 turun ke level 800,769 atau melemah sekitar 3,93%, sementara IDX30 terkoreksi sekitar 2,42% ke level 419,344. Tekanan juga terlihat pada indeks IDX80 yang turun sekitar 5,09% ke level 122,594, serta IDX LQ45CL yang melemah sekitar 1,35% ke level 113,140.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sejak pembukaan hingga menjelang closing. Tekanan jual terlihat merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang indeks. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor dalam merespons dinamika ekonomi global dan ketidakpastian arah kebijakan keuangan internasional.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham tercatat mencapai sekitar Rp41,6 triliun dengan volume lebih dari 55,2 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi menembus 3,32 juta kali transaksi. Tingginya aktivitas ini mengindikasikan aksi distribusi masih berlangsung di pasar.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar domestik juga cenderung melakukan penyesuaian portofolio menjelang penutupan perdagangan. Minat beli yang belum kuat membuat potensi technical rebound masih terbatas dalam jangka pendek.
Analis menilai pergerakan pasar dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi perkembangan global, termasuk arah suku bunga global, pergerakan pasar keuangan internasional, serta stabilitas nilai tukar. Investor disarankan untuk tetap selektif dan mencermati saham dengan fundamental kuat di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sentimen eksternal dan data ekonomi terbaru sebagai katalis arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.





