Selat Hormuz Dibuka Terbatas, Iran Tetapkan Rute Baru dan Biaya Tinggi

1772887857790 hormuz strait map 1024x689 1

BicaraPlus – Iran mengumumkan perubahan jalur pelayaran di Selat Hormuz pada 9 April, menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.

Melalui pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kapal-kapal kini diwajibkan menggunakan rute alternatif untuk menghindari ranjau di jalur utama.

“Untuk mematuhi prinsip keselamatan maritim dan menghindari risiko menabrak ranjau, semua kapal harus menggunakan rute alternatif,” demikian pernyataan IRGC.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis global karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Namun, wilayah ini tergolong sempit, dengan lebar hanya sekitar 33–38 kilometer, sementara jalur tanker sebelumnya bahkan hanya sekitar 3 kilometer.

Kebijakan ini muncul tak lama setelah Teheran menyetujui pembukaan sementara selat tersebut dalam kesepakatan gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, jalur ini sempat diblokade sejak awal Maret, yang memicu lonjakan harga energi global.

Meski telah dibuka kembali, Iran tetap memberlakukan pembatasan ketat. Jumlah kapal yang diizinkan melintas dibatasi sekitar 10 kapal per hari.

Berdasarkan data maritim, hanya empat kapal yang melintas pada 8 April, jauh turun dibandingkan lebih dari 100 kapal per hari sebelum konflik.

Selain pembatasan, Iran juga menerapkan biaya transit baru bagi kapal yang melintas. Pembayaran disebut harus menggunakan mata uang kripto atau yuan.

Biaya tersebut bervariasi tergantung ukuran kapal dan bisa mencapai hingga 2 juta dolar AS untuk kapal tanker besar berkapasitas sekitar dua juta barel.

Sejumlah pelaku industri pelayaran menilai kebijakan ini berpotensi memperumit upaya negosiasi menuju gencatan senjata jangka panjang di kawasan tersebut.

Bagikan