
BicaraPlus – Pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dalam satu bulan penanganan, sebanyak 72 dari total 78 jalan nasional yang sempat terputus kini telah kembali tersambung.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, bencana yang melanda tiga provinsi tersebut berdampak pada 52 kabupaten/kota. Dari puluhan titik jalan nasional yang terdampak, kini hanya tersisa enam ruas yang masih dalam proses penyambungan.
“Dari 78 jalan nasional yang putus, tinggal enam yang masih proses. Empat di Aceh, sisanya di Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” ujar Teddy.
Selain jalan nasional, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan jembatan untuk membuka kembali akses distribusi logistik antardaerah. Hingga satu bulan pascabencana, 12 jembatan besar dengan bentang sungai lebih dari 50 meter telah berhasil tersambung.
“Jembatan jadi fokus utama karena menyangkut jalur logistik. Kalau jalur darat belum tembus, distribusi dilakukan lewat udara,” katanya.
Di sektor perumahan, Teddy menyebut pembangunan hunian bagi warga terdampak terus dipercepat. Dalam waktu dekat, ratusan unit hunian sementara ditargetkan rampung.
“Dalam satu minggu ke depan, sekitar 600 unit hunian akan selesai. Dari BNPB juga ada 450 hunian. Presiden menginstruksikan pembangunan hunian skala besar, termasuk 15 ribu unit rumah,” ucapnya.
Pemulihan juga berlangsung cepat di sektor kesehatan. Teddy menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit yang sempat lumpuh akibat bencana kini telah kembali beroperasi dan melayani pasien.
“Sebanyak 87 rumah sakit terdampak dan sebelumnya lumpuh. Dalam satu bulan ini, semuanya sudah bisa melayani pasien, meskipun sebagian belum sepenuhnya optimal,” ujarnya.
Selain rumah sakit, layanan kesehatan dasar juga mulai pulih. Dari total 867 puskesmas yang terdampak, kini hanya tersisa delapan puskesmas yang belum beroperasi.
Aktivitas ekonomi dan layanan publik di wilayah terdampak juga perlahan kembali bergerak. Sejumlah pasar tradisional telah kembali dibuka dan kegiatan masyarakat mulai berjalan.
Menurut Teddy, kecepatan pemulihan tidak lepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa tanggap darurat. Ia juga menekankan peran gotong royong antara aparat, relawan, dan masyarakat di lapangan.
“Petugas, relawan, dan warga bekerja bersama. Semangat gotong royong ini yang membuat pemulihan bisa berjalan cepat,” katanya.
Pemerintah memastikan upaya pemulihan akan terus berlanjut ke fase rekonstruksi jangka menengah dan panjang, dengan fokus pada pemulihan kehidupan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.




