
BicaraPlus — Thailand masih kokoh di posisi puncak klasemen SEA Games 2025 hingga Kamis (18/12) pukul 15.30 WIB, dengan koleksi 189 emas, 125 perak, dan 86 perunggu. Namun sorotan sore ini jatuh pada perjuangan Indonesia, yang menempati posisi kedua dengan 78 emas, 87 perak, dan 96 perunggu, terutama dari cabang atletik dan wushu.
“Cabor atletik menjadi penyumbang emas terbanyak hari ini, diikuti wushu yang menunjukkan konsistensi para atlet,” ujar sumber KONI.
Perolehan emas Indonesia tersebar di berbagai cabang olahraga:
9 emas: Atletik
5 emas: Wushu
4 emas: Archery (Recurve), Extreme-sports climbing, Judo, Pencak Silat, Pistol & Rifle
3 emas: Aquathlon, Badminton, Kano & Rowing, Berenang, Angkat Besi
2 emas: Archery (Compound), Kano, Cycling (Road), Dragon Boat, Duathlon, Karate, Taekwondo, Tenis
1 emas: Basket 3×3, Catur, Cycling (MTB), Equestrian Show Jumping, Extreme Jetski, Extreme Skateboard, Extreme Water Ski & Wakeboard, Gymnastics, Kickboxing – Ring K1, Petanque, Practical Shooting, Shotgun (Skeet & Trap), Wrestling – Greco-Roman
Posisi Negara Lain
Vietnam: 66 emas, 70 perak, 97 perunggu
Singapura: 47 emas, 46 perak, 64 perunggu
Malaysia: 43 emas, 48 perak, 108 perunggu
Filipina: 39 emas, 56 perak, 122 perunggu
Myanmar: 3 emas, 19 perak, 37 perunggu
Laos: 2 emas, 9 perak, 21 perunggu
Brunei Darussalam: 1 emas, 3 perak, 4 perunggu
Timor Leste: 0 emas, 0 perak, 3 perunggu
Meski Thailand unggul, Indonesia menunjukkan performa solid di cabang andalan. Atletik dan wushu kembali menjadi tulang punggung tim, sementara cabang seperti judo, pencak silat, dan panahan memperkuat koleksi emas.
Beberapa momen menarik juga tercatat dari cabang extreme sports dan olahraga baru, yang membuktikan generasi atlet Indonesia semakin berani dan kompetitif di tingkat regional.
“Kita masih punya banyak cabang yang bisa menambah emas hingga penutupan SEA Games. Fokus sekarang adalah menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang setiap pertandingan,” pungkas pelatih timnas.




