
BicaraPlus – Rusia kembali menunjukkan dukungannya kepada Kuba dengan rencana mengirim kapal tanker minyak kedua di tengah krisis energi yang semakin memburuk di negara Karibia tersebut.
Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Energi Rusia, Sergei Tsivilev, pada 2 April. Ia menyebut bahwa kapal tanker berikutnya saat ini sedang dalam proses pemuatan dan akan segera diberangkatkan ke Kuba. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah kapal tanker Rusia yang membawa sekitar 700.000 barel minyak mentah berlabuh di pelabuhan Matanzas. Pengiriman tersebut menjadi yang pertama dalam skala besar dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir.
Tsivilev menegaskan bahwa Rusia tidak akan tinggal diam melihat kondisi Kuba yang semakin tertekan. Ia menyebut negaranya berkomitmen untuk membantu menjaga pasokan energi penting bagi negara kepulauan tersebut. “Kuba berada di bawah blokade total, Kami tidak akan meninggalkan rakyat Kuba sendirian dalam kesulitan mereka,” ujarnya.
Bantuan dari Moskow datang di saat Kuba menghadapi krisis energi dan ekonomi yang serius. Dalam beberapa pekan terakhir, negara itu mengalami pemadaman listrik meluas, penjatahan bahan bakar, serta kekurangan pangan. Situasi ini semakin memburuk sejak awal tahun, terutama setelah tekanan dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang memasok energi ke Kuba.
Pemerintah AS sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara yang menjual atau mengirim minyak ke Kuba. Meski demikian, untuk pengiriman terbaru, Washington memberikan pengecualian dengan alasan kemanusiaan. Pihak AS juga menyatakan bahwa keputusan serupa akan dipertimbangkan secara kasus per kasus ke depannya.
Di tengah kondisi yang semakin sulit, ratusan warga turun ke jalan di Havana pada 2 April. Mereka berjalan di sepanjang kawasan pesisir kota dan melintasi Kedutaan Besar AS sambil menyuarakan dukungan terhadap Kuba serta memprotes sanksi yang diberlakukan. Aksi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan dari masyarakat yang terdampak langsung oleh krisis berkepanjangan.
Langkah Rusia mengirim tambahan pasokan minyak menjadi salah satu upaya untuk membantu menstabilkan kondisi energi Kuba. Namun, di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung, krisis yang dihadapi negara tersebut diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.




