Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Timur Tengah di Ambang Bencana

1772289265098 ek3ox kwaaacmpy

BicaraPlus – Pemerintah Rusia mengecam keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Israel atas serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari. Moskow menilai langkah tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat mendorong Timur Tengah ke jurang kehancuran.

Serangan udara yang dilaporkan dilakukan bersama oleh AS dan Israel itu disebut menargetkan para pemimpin Iran. Trump sebelumnya mengklaim operasi tersebut bertujuan mengakhiri ancaman keamanan terhadap Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan keras terkait dampak operasi tersebut terhadap stabilitas global.

“Washington dan Tel Aviv sekali lagi memulai petualangan berbahaya, yang dengan cepat membawa kawasan ini semakin dekat dengan bencana kemanusiaan, ekonomi, dan mungkin juga bencana radioaktif,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.

Menurut Moskow, eskalasi militer yang tak terkendali di Timur Tengah berpotensi menciptakan preseden berbahaya. Rusia menilai tindakan AS dan Israel dapat mendorong negara-negara lain di kawasan untuk meningkatkan kemampuan militernya demi menghadapi ancaman serupa.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, turut melontarkan kritik tajam terhadap Trump. Ia mempertanyakan kemampuan Washington mempertahankan pengaruhnya dalam jangka panjang.

Dalam unggahan di halaman pribadinya, Medvedev menyindir langkah AS tersebut.

“Penjaga perdamaian telah turun tangan lagi. Negosiasi dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu,” tulisnya.

Ia juga membandingkan usia Amerika Serikat dengan peradaban Persia kuno untuk menyiratkan bahwa Iran memiliki daya tahan sejarah yang panjang.

“AS baru berusia 249 tahun, sementara Kekaisaran Persia didirikan lebih dari 2.500 tahun yang lalu. Mari kita lihat apa yang terjadi dalam sekitar 100 tahun,” ujarnya.

Ketegangan antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Bagikan