
BicaraPlus – Nama Riza Chalid kembali menggema. Sosok yang sejak lama dikenal sebagai “Raja Minyak Indonesia” itu kini kembali diseret ke pusaran kontroversi. Bukan lagi sekadar kasus korupsi minyak mentah Pertamina yang menjeratnya, melainkan dugaan peranannya dalam mendanai gelombang demonstrasi yang mengguncang Indonesia sejak akhir Agustus 2025.
Eks Intelijen Bicara: Riza Chalid Sakit Hati?
Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa Chandra, mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), blak-blakan menyebut nama Riza Chalid dalam sebuah wawancara dengan Forum Keadilan TV. Ia menduga Riza bukan sekadar buron kasus korupsi, melainkan juga pemodal di balik aksi-aksi jalanan yang belakangan memanas.
“Sekarang kan inilah peluang Chalid membalas sakit hatinya karena ditetapkan tersangka dan dijadikan buronan,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Sri menambahkan, Riza hanya berperan sebagai penyandang dana. Adapun pengendali lapangan disebutnya tak lain adalah kelompok yang ia sebut sebagai “Geng Solo”. Menurutnya, arah dan narasi demo awalnya hanya menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan pengadilan bagi mantan Presiden Joko Widodo. Namun, dalam perjalanannya isu itu bergeser, menuding DPR sebagai lembaga hedonis dan tak layak mewakili rakyat.
“Terjadilah proses begal demo,” tegas Sri.
Meski begitu, pernyataannya masih sebatas analisis. Bukti konkret keterlibatan Riza Chalid hingga kini belum diungkap.
Polisi Bergerak, Menteri Angkat Bicara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya tengah menelusuri aliran dana di balik demonstrasi yang menyebar di berbagai titik Tanah Air. “Kita akan tarik dari fakta, siapa pelaku di lapangan, siapa aktornya, siapa yang membiayai, semua akan kita cari,” katanya.
Nama Riza Chalid tak hanya disebut oleh mantan intelijen, tapi juga oleh sejumlah pejabat negara. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bahkan menulis di media sosialnya, menyebut Prabowo Subianto sebagai presiden yang berani melawan mafia, termasuk mafia migas yang selama ini disebut-sebut terkait dengan Riza.
Siapa Riza Chalid?
Bagi publik yang mengikuti dunia bisnis energi, Riza Chalid bukanlah nama asing. Ia adalah sosok yang pernah mencuat pada 2015 dalam skandal “Papa Minta Saham” bersama Setya Novanto. Kala itu, Riza digambarkan sebagai figur berpengaruh di balik bisnis minyak Pertamina melalui Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Julukan “penguasa abadi bisnis minyak” pun melekat padanya. Ia juga disebut dalam buku Gurita Bisnis Cikeas karya George Junus Aditjondro, menggambarkan betapa kuatnya jejaring bisnis sekaligus politiknya.
Tak hanya di Indonesia, sepak terjang Riza juga menghebohkan Malaysia. Pada 2023, ia sempat muncul dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim di Kedah, yang kala itu dikaitkan dengan rencana bisnis tambang mineral tanah jarang (rare earth element).
Prabowo dan Mafia
Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah mengeluarkan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa pemerintah tak akan ragu menindak pihak-pihak yang diduga berada di balik kerusuhan. “Saya tidak akan mundur menghadapi mafia, sekuat apa pun mereka. Semua aparat negara akan menyelidiki,” katanya di RS Polri, Jakarta Timur (1/9/2025).
Prabowo menilai, kericuhan yang terjadi belakangan ini bukan murni aspirasi rakyat, melainkan ada pihak yang dengan sengaja mengail di air keruh, membakar gedung DPRD, merusak fasilitas negara, dan memprovokasi publik dengan narasi yang disesuaikan momentum.
Anak Ikut Terseret
Sorotan terhadap Riza Chalid kian tajam ketika putranya, Muhammad Kerry Adrianto Riza, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tata kelola minyak mentah Pertamina. Kasus ini disebut merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.
Dengan demikian, nama Chalid bukan hanya membayang-bayangi sejarah bisnis migas Indonesia, tapi kini juga membelit masa depan keluarganya sendiri.
Bayang-bayang yang Belum Usai
Apakah benar Riza Chalid menjadi “otak uang” di balik aksi-aksi demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negeri? Ataukah ia sekadar kambing hitam dalam pusaran politik yang lebih besar?
Hingga kini, jawabannya masih samar. Kepolisian baru akan mengungkap bukti. Pemerintah terus berkomitmen menindak mafia. Namun satu hal pasti: nama Riza Chalid sekali lagi menyeruak ke panggung publik, kali ini bukan hanya sebagai Raja Minyak, melainkan sebagai simbol dari persilangan kepentingan politik, bisnis, dan jalanan.
Tulisan: Berbagai Sumber | Foto: Dok. Istimewa




