RI Akan Belanja Energi USD15 Miliar dari AS, Bahlil: Cuma Geser Impor

WhatsApp Image 2026 02 21 at 06.52.46

BicaraPlus – Pemerintah Indonesia mulai mengimplementasikan kesepakatan dagang antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump lewat sektor energi.

Nilainya tak kecil. Indonesia akan mengalokasikan pembelian energi dari Amerika Serikat sekitar USD15 miliar.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan belanja tersebut mencakup BBM jadi, LPG, hingga crude oil.

“Kita dari sektor ESDM akan membelanjakan kurang lebih sekitar USD15 miliar. Ini terdiri dari membeli BBM jadi, kemudian LPG, dan crude,” ujar Bahlil di Washington D.C., Jumat (20/2).

Bahlil menegaskan, kebijakan ini bukan berarti menambah ketergantungan impor.

Menurutnya, pemerintah hanya menggeser sebagian sumber pasokan dari negara lain ke AS.

“Kita menggeser sebagian volume impor dari Asia Tenggara, Middle East maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan neraca pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama, cuma kemudian kita geser,” katanya.

Ia menambahkan, mekanisme pembelian tetap memperhatikan prinsip keekonomian yang saling menguntungkan bagi kedua negara dan badan usaha yang terlibat.

Di sisi lain, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut kerja sama tak hanya soal pasokan energi.

Pertamina juga menjajaki kolaborasi teknologi, termasuk pengembangan teknologi pemulihan lapangan minyak (enhanced oil recovery).

“Kerja sama ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan penerapan best global practices,” ujar Simon.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi sekaligus menyeimbangkan neraca perdagangan RI-AS.

Di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global, pemerintah memilih pendekatan pragmatis: menjaga suplai tetap aman, sambil menyesuaikan arah kemitraan dagang.

Bagikan