Rampungkan Kunjungan ke Inggris, Prabowo Bawa Komitmen Investasi hingga Kerja Sama Pendidikan

5752WhatsApp Image 2026 01 21 at 9.19.34 PM

BicaraPlus – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris dengan membawa sejumlah capaian yang dinilai berdampak langsung bagi kepentingan nasional. Hasil kunjungan tersebut mencakup komitmen investasi, penguatan kerja sama maritim, hingga kolaborasi di bidang pendidikan tinggi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah pertemuan penting, termasuk dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.

“Dari pertemuan-pertemuan tersebut, ada tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan,” kata Teddy dalam keterangan pers di Bandar Udara Stansted, London, kemarin.

Kesepakatan pertama adalah komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama strategis di sektor maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Teddy menyebut proyek pembangunan kapal tersebut diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Kapalnya nanti akan diproduksi dan dirakit di Indonesia, sehingga diperkirakan dapat memperkerjakan sekitar 600 ribu orang,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga menaruh perhatian pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan itu, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris, di antaranya King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.

Menurut Teddy, kerja sama pendidikan tersebut diarahkan pada rencana pembangunan 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

“Bapak Presiden ingin membangun kampus-kampus baru di Indonesia, khususnya untuk kedokteran dan STEM,” ujar Teddy.

Kerja sama yang dibahas mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta pertukaran dosen. Pertemuan dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas Indonesia di tingkat global.

Di sela kunjungan luar negeri tersebut, Prabowo tetap menjalankan agenda strategis nasional dengan memimpin rapat koordinasi melalui konferensi video bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Teddy mengatakan setelah menerima laporan dari Satgas, Presiden memutuskan mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan.

Menutup keterangannya, Teddy menegaskan seluruh kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.

“Setiap kunjungan ke luar negeri harus ada hasilnya dan berdampak positif bagi Indonesia,” ujar Teddy.

Bagikan