
BicaraPlus – Pemerintah terus mencari cara untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi dunia usaha agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui upaya debottlenecking atau penyelesaian kendala dalam aktivitas bisnis.
Menurutnya, ada dua hambatan utama yang selama ini memengaruhi iklim investasi, yakni dari sisi kebijakan dan dari praktik di lapangan saat menjalankan usaha.
Untuk mengatasinya, pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Satgas ini bertugas membantu pelaku usaha menyelesaikan berbagai kendala, baik yang berasal dari regulasi maupun hambatan teknis di lapangan.
“Semua pelaku bisnis di Indonesia, baik domestik maupun asing, bisa melapor ke kami,” kata Purbaya, Senin (6/4).
Ia menyebut, hingga 6 April sudah ada 112 aduan yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 kasus telah dibahas melalui mekanisme sidang khusus.
Purbaya menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyelesaikan masalah satu per satu, tetapi juga memperbaiki sistem secara menyeluruh.
“Kadang di atas kertas sudah bagus, tapi di lapangan tidak berjalan. Kalau ada masalah di aturan, kita perbaiki aturannya,” ujarnya.
Menurut dia, peran sektor swasta sangat besar dalam perekonomian nasional, bahkan mencapai sekitar 90 persen.
Karena itu, memastikan dunia usaha bisa berjalan tanpa hambatan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Saya ingin memastikan sektor swasta bisa berbisnis dengan baik. Itu salah satu kunci agar ekonomi kita bisa tumbuh hingga 8 persen,” ucapnya.
Di akhir paparannya, Purbaya menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ia menilai, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang semakin baik, ditambah perbaikan iklim investasi, akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih tinggi.





