Purbaya: Perempuan Jadi Penopang Ekonomi dari Rumah Tangga hingga UMKM

Zalfa 13 1

BicaraPlus – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan peran penting perempuan sebagai penopang perekonomian nasional, mulai dari level rumah tangga hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan 2026 bertema “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat”.

Dalam sambutannya, Purbaya menyoroti peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola keuangan keluarga.

“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu,” ujarnya.

Menurut dia, praktik tersebut menunjukkan bahwa perempuan sejak lama telah berperan sebagai “menteri keuangan” di lingkup paling dasar, yakni keluarga.

Ia juga mengajak untuk memaknai Hari Kartini lebih dari sekadar simbol emansipasi.

“Kartini tidak hanya soal emansipasi, tapi soal kesempatan untuk berpikir, belajar, dan berperan. Kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kontribusi besar perempuan dalam perekonomian nasional melalui sektor UMKM. Saat ini, lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari sektor tersebut, yang juga menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, dengan mayoritas pelakunya perempuan.

“Perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, tapi penopang ekonomi,” imbuhnya.

Partisipasi perempuan di sektor keuangan juga terus meningkat. Jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel kini telah melampaui 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga.

“Ini bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dan menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Keuangan juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja dengan konsep kantor ramah lingkungan (eco-office) sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.

Menutup arahannya, Purbaya menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional berangkat dari keluarga.

“Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” pungkasnya.

Bagikan