
BicaraPlus – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum berencana kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. Menurutnya, sisa kas negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini berada di sistem perbankan dinilai sudah cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Purbaya mengatakan, kondisi ekonomi yang membaik tercermin dari pertumbuhan uang primer atau M0 yang kini mendekati 13 persen. Dengan level tersebut, ia menilai likuiditas perbankan sudah memadai untuk mendorong pertumbuhan kredit.
“Sekarang sudah cukup. Tapi tetap akan saya monitor. M0-nya sudah tumbuh hampir 13 persen. Kalau dijaga di situ, kredit sudah bisa tumbuh double digit,” kata Purbaya usai ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, penurunan M0 sempat terjadi meskipun pemerintah telah menempatkan dana SAL ke perbankan. Namun demikian, Purbaya optimistis pertumbuhan kredit akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Kalau seperti sekarang, ini akan semakin memberi ruang dan mendorong kredit tumbuh ke double digit. Jadi tidak perlu khawatir, ekonomi akan tumbuh lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menarik dana SAL sebesar Rp75 triliun dari perbankan. Dengan penarikan tersebut, sisa dana SAL pemerintah yang masih berada di perbankan tercatat sekitar Rp201 triliun.
Adapun dana SAL tersebut sebelumnya ditempatkan di Himpunan Bank Negara (Himbara), yang meliputi BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Pemerintah juga sempat menambah penempatan dana sebesar Rp76 triliun ke Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank Jakarta.
“Itu kan sudah kita masukkan semua waktu itu ke perbankan. Sekarang pelan-pelan kita tarik sedikit. Sisanya yang ada di perbankan sekitar Rp201 triliun. Yang Rp75 triliun kita tarik, tapi kita belanjakan lagi,” tegas Purbaya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).




