
BicaraPlus – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak panik merespons pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski rupiah saat ini nyaris menembus level Rp17.000 per dolar AS, Purbaya meyakini penguatan rupiah hanya tinggal menunggu waktu.
“Rupiah kan tergantung pada fundamental ekonominya,” kata Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, belum lama ini.
Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia ke depan akan semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diyakini akan memengaruhi persepsi investor, sehingga mendorong masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.
Purbaya mencontohkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Menurutnya, kenaikan indeks tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya arus dana asing.
“Kalau indeks naik ke situ, pasti ada flow asing masuk juga. Nggak mungkin kita sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu,” ujarnya.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah pada perdagangan terakhir ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935 per dolar AS. Angka tersebut menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah.
Meski demikian, Purbaya tetap optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat seiring bertambahnya pasokan dolar di pasar.
“Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat. Karena suplai dolar akan bertambah,” kata dia.
Purbaya juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2025, ekonomi diyakini tumbuh 5,2% sesuai target pemerintah. Sementara pada 2026, ia menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6%.
Menurutnya, sejumlah kebijakan akan mendukung pencapaian tersebut, mulai dari pelonggaran likuiditas, perbaikan iklim investasi, hingga penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
“Tahun ini 6% bisa. Karena ekonomi itu responsnya cenderung agak lambat terhadap stimulus. Kalau saya injeksi sekarang, ke sistem mungkin empat bulan baru kelihatan,” jelasnya.
Purbaya juga membantah spekulasi yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan pengajuan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto ke DPR. Ia menegaskan independensi Bank Indonesia tidak akan terganggu.
“Orang berspekulasi independensinya hilang. Saya pikir nggak akan begitu,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika sentimen pasar kembali membaik, nilai tukar rupiah akan menguat seiring terjaganya fondasi ekonomi nasional.
“Nanti kalau begitu, rupiah akan menguat lagi karena pondasi ekonomi kita akan terus dijaga agar pertumbuhan ke depan semakin cepat,” tandasnya.




