
BicaraPlus – Presiden Prabowo Subianto menerima Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan bersama jajaran petinggi produsen pesawat asal Brasil, Embraer, di Istana Merdeka, Jakarta, belum lama ini. Pertemuan tersebut membahas perkembangan industri penerbangan global, khususnya terkait kemajuan teknologi pesawat serta ekosistem penerbangan nasional.
Usai pertemuan, Glenny Kairupan menjelaskan bahwa diskusi berlangsung dalam suasana santai namun substansial. Pembahasan difokuskan pada dinamika industri penerbangan, baik di Indonesia maupun di tingkat global, termasuk pesatnya perkembangan teknologi pesawat saat ini.
“Bicara-bicara, ngobrol-ngobrol tentang penerbangan. Penerbangan di Indonesia, tentang Garuda, tentang pesawat-pesawat yang super-super maju sekarang. Teknologi-teknologi yang berkembang, dan bagaimana kita harus ikut terlibat dalam perkembangan teknologi itu,” ujar Glenny kepada wartawan.
Glenny menegaskan bahwa pertemuan tersebut belum membahas rencana pembelian pesawat baru oleh Garuda Indonesia. Menurutnya, diskusi masih berada pada tahap awal, yakni koordinasi dan pertukaran pandangan terkait arah perkembangan teknologi penerbangan dunia.
“Rencana beli belum. Kita baru koordinasi masalah teknologi-teknologi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar Indonesia, termasuk maskapai nasional, mampu beradaptasi dan tidak tertinggal dari kemajuan teknologi global di sektor penerbangan. Adaptasi tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing industri aviasi nasional di tengah perubahan yang cepat.
“Ya, harus ikuti perkembangan teknologi dunia,” kata Glenny menirukan arahan Presiden Prabowo.
Pertemuan antara Presiden Prabowo, Garuda Indonesia, dan Embraer ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap modernisasi dan transformasi industri penerbangan nasional. Pemerintah dinilai ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ekosistem aviasi global.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kualitas layanan transportasi udara, serta menopang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi. Di tengah tantangan industri penerbangan pascapandemi dan persaingan global yang semakin ketat, adaptasi teknologi menjadi salah satu kunci keberlanjutan maskapai nasional dan industri aviasi Indonesia secara keseluruhan.




