
BicaraPlus – Presiden Prabowo Subianto tancap gas mempercepat program hilirisasi dan ketahanan energi nasional sebagai langkah strategis menuju kemandirian ekonomi Indonesia. Kebijakan ini ditegaskan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Bogor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengakselerasi 20 proyek hilirisasi tahap pertama. Sejumlah proyek telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Percepatan hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA), sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah. Pemerintah juga menargetkan langkah ini mampu menarik investasi besar, memperkuat industri nasional, dan membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor strategis.
Di saat yang sama, pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dengan mendorong optimalisasi energi domestik. Presiden Prabowo mengarahkan pemanfaatan energi alternatif seperti etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor energi fosil dan menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global. Pemerintah menargetkan swasembada energi sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian nasional berbasis kekuatan sumber daya dalam negeri.
Dengan kombinasi percepatan hilirisasi dan penguatan sektor energi, Indonesia diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan.




