Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir, 3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon Jadi Pahlawan Perdamaian Dunia

WhatsApp Image 2026 04 05 at 16.00.58 1

BicaraPlus – Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Prosesi penghormatan berlangsung khidmat di Ruang Tengah Terminal VIP, Bandar Udara Internasional Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Kepala Negara hadir langsung untuk melepas para penjaga perdamaian terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia demi kemanusiaan dunia.

Tiga prajurit yang mendapatkan penghormatan terakhir tersebut adalah Mayor Inf. (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

Di hadapan ketiga peti jenazah yang diselimuti Sang Merah Putih, Presiden Prabowo tampak menundukkan kepala seraya memanjatkan doa. Suasana haru semakin terasa saat Presiden menghampiri keluarga yang ditinggalkan satu per satu, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus penghormatan atas pengabdian luar biasa para prajurit.

Penghormatan terakhir tersebut menjadi simbol bahwa negara hadir untuk menjaga kehormatan para prajurit yang telah mengorbankan jiwa demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di kawasan konflik Lebanon.

Sebelumnya, ketiga jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.20 WIB setelah dilepas melalui upacara militer di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, yang dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL. Setelah prosesi di Jakarta, jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.

Gugurnya tiga prajurit ini kembali mengingatkan dunia bahwa perdamaian tidak pernah lahir tanpa pengorbanan. Mereka mungkin telah berpulang, namun semangat dan jasa mereka akan terus hidup dalam setiap langkah Indonesia menjaga perdamaian global.

Bagikan