Pramono Anung Gelontorkan Rp2,62 T buat Proyek JakTirta, Target Jakarta Bebas Banjir 2027

Untitled design 81

BicaraPlus – Masalah banjir dan rob yang menahun di Jakarta coba dijawab dengan langkah konkret oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Melalui sebuah megaproyek bernama JakTirta, Pemprov DKI menggelontorkan dana sebesar Rp2,62 triliun untuk memperkuat pertahanan ibu kota.

Proyek yang menjadi bagian dari strategi jangka menengah ini dijadwalkan mulai digarap pada 2026 dan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir 2027. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa langkah ini sangat krusial untuk meningkatkan ketahanan kota.

“Nilai penandatanganan proyek ini mencapai Rp 2,62 triliun. Tujuannya jelas, memperkuat ketahanan Jakarta terhadap banjir dan rob karena ini memang penanganan jangka menengah,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/12).

Paket Lengkap Pertahanan Kota

JakTirta bukan proyek pengerukan biasa. Di dalamnya terdapat berbagai paket pembangunan infrastruktur strategis yang mencakup pembangunan polder, embung, waduk, hingga tanggul laut atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Tak hanya itu, Pemprov juga berencana menambah unit pompa pengendali banjir serta merevitalisasi kapasitas sungai dan kali di berbagai titik. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa pembangunan akan dibagi menjadi empat klaster utama.

Dalam rinciannya, akan ada sembilan paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi berbeda. Kekuatan penyedotan air juga bakal diperkuat dengan penambahan 63 unit pompa baru. Sementara itu, untuk menahan laju air di pesisir, akan dibangun tanggul pengaman pantai sepanjang dua kilometer serta revitalisasi sungai dengan panjang yang sama.

Menjangkau 5 Wilayah Berdasarkan Data

Penentuan titik pembangunan tidak dilakukan secara acak. Pemprov DKI menggunakan basis data sebaran genangan historis dari periode 2020 hingga 2024 untuk menentukan lokasi paling terdampak.

“Kawasan yang akan kami laksanakan meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Utara. Jadi, kelima wilayah semuanya ter-cover,” tegas Ika.

Dalam menjalankan proyek ambisius ini, Pemprov DKI merangkul sejumlah raksasa konstruksi seperti PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jaya Konstruksi, PT Modern Widya Technical, hingga PT Suburo Jayana Indah Corp. Seluruh kolaborasi ini dihimpun dalam satu wadah manajemen yang dinamakan JakTirta Project.

Bagikan