
BicaraPlus – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, kemarin. Pertemuan itu difokuskan pada penguatan strategi Indonesia menghadapi dinamika sekaligus perundingan ekonomi global yang kian kompetitif.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Prabowo memberi penegasan terkait arah dan prinsip yang harus dipegang pemerintah dalam setiap negosiasi ekonomi internasional. Kepala negara menekankan pentingnya memastikan diplomasi ekonomi selalu berpihak pada kepentingan nasional.
Menurut Teddy, Prabowo menyoroti pentingnya posisi Indonesia dalam berbagai perundingan ekonomi, khususnya dengan Amerika Serikat, agar menghasilkan manfaat maksimal bagi negara. Ia menegaskan, langkah diplomasi tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus membawa keuntungan nyata.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan, perundingan ekonomi tak boleh bersifat transaksional jangka pendek. Fokus utama diarahkan pada penguatan struktur ekonomi nasional, terutama peningkatan produktivitas industri dalam negeri dan penguatan rantai pasok global.
Pemerintah, lanjut Teddy, didorong memastikan setiap kebijakan ekonomi berorientasi pada hasil konkret yang bisa dirasakan masyarakat dan negara. Presiden ingin setiap keputusan strategis segera memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.
Pertemuan di Hambalang ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah agar diplomasi ekonomi Indonesia tetap berdaulat, strategis, dan mampu memperkuat posisi nasional di tengah perubahan lanskap ekonomi global.





