Prabowo Ajak Kampus Inggris Bangun 10 Universitas Baru di Indonesia

2758WhatsApp Image 2026 01 21 at 5.04.43 AM 1

BicaraPlus – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Prabowo mengatakan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris sebenarnya telah berjalan, baik melalui kemitraan dengan sejumlah universitas dalam negeri maupun pendirian kampus asing di Indonesia. Pemerintah, kata dia, ingin mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional agar setara dengan universitas terbaik dunia.

“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Prabowo kepada awak media usai acara.

Dalam pengantarnya, Prabowo menyoroti kekurangan tenaga medis di Indonesia, khususnya dokter dan dokter gigi. Ia menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan dokter setiap tahunnya masih sekitar 9 ribu orang.

“Ini sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” kata Prabowo.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Sebelum perkuliahan dimulai, mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penggunaan standar IELTS.

Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Menurut Prabowo, langkah ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mengurangi pengeluaran masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

“Kalau itu kita lakukan, mungkin kita bisa menghemat sekitar USD 6 miliar setiap tahun,” ujarnya.

Prabowo menegaskan Indonesia terbuka bagi dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra. Ia optimistis universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

“Rencananya adalah membangun kawasan universitas dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan agar menarik bagi dosen asing bekerja di Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan