
BicaraPlus – Setengah abad bukan waktu yang singkat. Bagi Polytron, 50 tahun adalah perjalanan penuh cerita, dari Kudus yang sederhana hingga jadi salah satu pionir elektronik nasional. Tahun ini, mereka merayakan momen emas itu dengan cara yang berbeda, meluncurkan kampanye “Always On” dan menghadirkan festival besar bertajuk Polytron Fest 50th Anniversary di Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 19–21 September 2025.
Festival ini bukan sekadar hajatan ulang tahun perusahaan. Ia jadi ruang perayaan bersama, menghadirkan konser musik dengan bintang-bintang papan atas, seperti Sal Priadi, Yura Yunita, Anji, hingga RAN. Tak berhenti di situ, ada pula Fun Run 5K dan 2,5K dengan konsep Live DJ Streaming Experience pertama di Indonesia, lari sambil menikmati musik real-time hanya dengan scan QR code. Plus, berbagai kompetisi padel, coaching session, hingga promo dan undian dengan hadiah spektakuler, dari motor listrik Fox-R sampai mobil listrik Polytron G3+ Series.
Namun, di balik panggung megah, ada pesan yang lebih dalam. Kampanye “Kisah Kita Bersama” ingin mengingatkan bahwa Polytron bukan cuma soal teknologi, melainkan tentang kedekatan dengan masyarakat. Sejak 1975, produk mereka dari televisi hitam putih, kulkas, hingga laptop Luxia terbaru, sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia. Dari ruang tamu sampai dapur, dari musik sampai kerja, Polytron hadir menemani cerita-cerita kecil yang akhirnya jadi bagian dari sejarah kolektif bangsa.
“Selama 50 tahun, Polytron bukan hanya bertahan, tapi terus tumbuh. Itu karena masyarakat percaya kami paling memahami kebutuhan mereka. Strategi kami jelas: invention, innovation, dan improvement, dengan produk yang relevan di setiap generasi,” ujar Albert Fleming, Head of Group Product Home Appliances Polytron.

Kolektivitas inilah yang ingin dikuatkan. Bahwa di tengah dunia yang makin individualis, perbedaan justru memperkaya. Laptop Luxia adalah contohnya, ada versi Pro Ultra untuk pekerja manajerial, Pro i5 untuk seniman kreatif, hingga i3 untuk mahasiswa aktif. Semua berbeda, tapi saling melengkapi dalam satu narasi: teknologi sebagai ruang kebersamaan.
Lebih jauh, perayaan ini juga diwujudkan dalam aksi nyata. Bersama Pemda Kudus, Polytron membangun Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Targetnya, 100 rumah berdiri hingga akhir 2025. “Upaya pengentasan kemiskinan harus kolaboratif. Polytron menunjukkan kepeduliannya dengan langkah nyata ini,” kata Hasan Asyari, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Salah satu penerima manfaat, Ahmad Syaifullah, mengaku hidupnya berubah. “Dulu rumah kami bocor, tidak nyaman. Sekarang lebih aman, sehat, dan layak. Saya berterima kasih kepada Polytron dan pemerintah yang memberi harapan baru,” ujarnya.
Bagi Polytron, 50 tahun ini bukan puncak, tapi jembatan menuju masa depan. “Perayaan ini bukan hanya milik Polytron, tapi milik kita semua. Semoga kebersamaan ini terus tumbuh, membuka jalan bagi 50 tahun berikutnya yang lebih cerah,” pungkas Albert Fleming.
Foto: Dok. Polytron




