POGI Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kehamilan di Hari Ibu

Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan ultrasonografi kehamilan untuk mendukung pemantauan kesehatan ibu dan janin sejak dini. 1

Bicaraplus – Dalam momentum peringatan Hari Ibu Indonesia 2025, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin menyadari pentingnya deteksi dini kehamilan sejak trimester pertama sebagai langkah krusial melindungi kesehatan ibu dan bayi. Pesan ini menjadi bagian dari gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang dicanangkan POGI untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Menurut Prof. Dr. dr. Maisuri Tadjuddin Chalid, SpOG, SubSp. KFM, banyak komplikasi kehamilan berkembang diam-diam tanpa gejala yang jelas dan baru terdeteksi ketika kondisinya sudah memburuk. Padahal, pemantauan kehamilan sejak awal dapat mencegah risiko berbahaya seperti anemia, hipertensi kehamilan, diabetes gestasional, gangguan metabolik, hingga masalah perkembangan janin. Ia menegaskan bahwa rasa aman semu merupakan hal yang berbahaya karena banyak ibu merasa sehat meski tekanan darah, gula darah, atau kadar hemoglobinnya telah berada pada kondisi tidak normal. Ketika gejala baru muncul, sering kali jendela intervensi sudah menyempit.

Data Sensus Penduduk 2020 menunjukkan angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi sebesar 17 per 1.000 kelahiran hidup. Meski mengalami perbaikan, angka ini masih termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan belum mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs). POGI menegaskan bahwa setiap kehamilan memiliki risiko, termasuk pada ibu yang awalnya dikategorikan berisiko rendah. Karena itu, pemeriksaan antenatal sejak trimester pertama dan dilakukan secara rutin menjadi keharusan, bukan pilihan.

Untuk memastikan risiko dapat teridentifikasi lebih cepat dan akurat, teknologi kesehatan juga memainkan peran penting. Mindray melalui perangkat ultrasonografi kesehatan wanita, termasuk seri Nuewa I, menghadirkan kejelasan diagnostik tingkat lanjut yang membantu dokter memantau kondisi ibu dan janin sejak awal. Teknologi seperti Ultra Micro Angiography (UMA) memungkinkan visualisasi pembuluh darah mikro yang sangat penting pada fase awal kehamilan, sementara penilaian aliran darah resolusi tinggi membantu dokter memprediksi risiko seperti preeklampsia atau gangguan perfusi plasenta sebelum gejala muncul. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

General Manager Mindray Indonesia, Conan Chen, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung tenaga medis dengan teknologi yang dapat memberikan jawaban klinis lebih jelas sejak dini sehingga komplikasi dapat dicegah sebelum memburuk. Sementara itu, Prof Maisuri mengingatkan bahwa mendeteksi komplikasi sejak awal ibarat memadamkan api kecil sebelum berubah menjadi kebakaran besar. Demi menyelamatkan setiap ibu dan bayi, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat, untuk bergerak bersama dalam gerakan SPRIN. Perempuan adalah sumber kehidupan, penjaga keluarga, penggerak ekonomi, dan fondasi kesejahteraan bangsa. Menyelamatkan ibu berarti menyelamatkan masa depan Indonesia.

Bagikan