Permintaan Emas Global Cetak Rekor Sepanjang 2025, Tembus 5.000 Ton

1769842757397 screenshot 2026 01 31 120727

BicaraPlus – Permintaan emas global melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Hal itu terungkap dalam laporan terbaru World Gold Council (WGC) yang dirilis pada Kamis.

Dalam laporan tersebut, WGC mencatat total permintaan emas global sepanjang 2025 mencapai 5.002 ton. Angka ini menjadi rekor tertinggi, didorong lonjakan minat investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Tak hanya dari sisi volume, nilai permintaan emas juga mencetak rekor baru. Total nilai permintaan emas global mencapai 555 miliar dolar AS, melonjak 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring meroketnya harga emas di pasar global.

WGC menyebut permintaan investasi menjadi motor utama penguatan pasar emas. Sepanjang 2025, permintaan investasi global mencapai 2.175 ton, level tertinggi yang pernah tercatat. Kondisi ini mendorong harga emas menembus rekor tertinggi dalam sejarah, seiring investor memperluas kepemilikan emas melalui berbagai instrumen.

“Pada 2025, kita melihat peningkatan permintaan dan harga emas secara bersamaan, karena risiko ekonomi dan geopolitik telah menjadi kenyataan yang terus membayangi,” tulis WGC dalam laporannya.

Sementara itu, permintaan konsumen relatif stabil meski harga emas melonjak tajam. Penjualan perhiasan tercatat turun 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan harga emas yang mencapai 67 persen, mencerminkan kemampuan konsumen untuk menyesuaikan diri dengan harga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, bank sentral tetap menunjukkan minat yang kuat terhadap emas. Sepanjang 2025, bank sentral global menambah cadangan emas sebesar 863 ton. Angka ini mendekati level tertinggi dalam proyeksi WGC dan mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat cadangan devisa melalui emas.

Menatap 2026, WGC menilai ketidakpastian global yang masih berlanjut akan terus menopang permintaan emas. Logam mulia tersebut diperkirakan tetap menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai atau safe-haven di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.

Bagikan