Peringatan Pemerintah AS: Media Bisa Kehilangan Izin Jika Kritik Perang Iran

1772275458051 screenshot 2026 02 28 at 16 17 51 1

BicaraPlus – Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa organisasi berita bisa kehilangan izin siaran jika menerbitkan laporan yang terlalu kritis terhadap perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Ketua Federal Communications Commission Brendan Carr menyampaikan peringatan tersebut melalui unggahan di media sosial pada 14 Maret.

Carr mengatakan, lembaga penyiaran harus “beroperasi untuk kepentingan publik”. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan izin siaran.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran soal kebebasan pers di Amerika Serikat.

Pernah Tekan Media Sebelumnya

Ini bukan pertama kalinya Carr membuat pernyataan yang dianggap menekan lembaga penyiaran agar sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Tahun lalu, ia sempat meminta jaringan televisi ABC untuk “mengatur” komedian Jimmy Kimmel setelah kritiknya terhadap Presiden AS Donald Trump.

Dalam sebuah siaran radio saat itu, Carr bahkan mengatakan, “Kita bisa melakukan ini dengan cara mudah atau cara sulit.”

Tak lama setelah komentar tersebut, ABC menangguhkan sementara program Jimmy Kimmel.

Kritik dari Politisi dan Aktivis

Pernyataan terbaru Carr menuai kritik dari sejumlah pihak.

Senator dari Hawaii, Brian Schatz, menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa media diharapkan memberitakan perang secara positif.

Jika tidak, izin siaran mereka berisiko tidak diperpanjang.

Sementara itu, Aaron Terr dari Foundation for Individual Rights and Expression menilai langkah tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan pers.

“Amandemen Pertama tidak mengizinkan pemerintah menyensor informasi tentang perang yang sedang mereka lakukan,” katanya.

Perang Iran Hadapi Penolakan Publik

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.

Langkah militer tersebut memicu perdebatan besar di dalam negeri.

Survei terbaru dari Quinnipiac University menunjukkan sekitar 53 persen pemilih Amerika menentang aksi militer terhadap Iran.

Beberapa pakar hukum internasional juga menilai operasi militer tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.

Meski demikian, Trump tetap menegaskan, operasi militer tersebut merupakan sebuah keberhasilan.

Pemerintah Minta Media Lebih “Patriotik”

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mengkritik pemberitaan media tentang perang tersebut.

Ia menilai media terlalu menonjolkan sisi negatif konflik.

Hegseth bahkan meminta wartawan untuk bersikap lebih “patriotik” dalam pemberitaan mereka.

Menurutnya, media sebaiknya menggunakan judul yang lebih optimistis daripada frasa seperti “Perang Timur Tengah meningkat”.

Ia juga secara khusus mengkritik jaringan berita CNN.

Hegseth mengatakan berharap jaringan tersebut suatu hari berada di bawah kendali David Ellison, yang dikenal dekat dengan pemerintahan saat ini.

Bagikan