
BicaraPlus – Perang di Iran mulai berdampak ke dunia. Gangguan pengiriman pupuk dan kenaikan harga energi kini berpotensi bikin harga makanan naik di berbagai negara.
Dampak ini paling terasa di negara berkembang yang sebelumnya mulai pulih setelah pandemi. Kini, mereka kembali menghadapi tekanan baru.
Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) Odile Renaud-Basso mengatakan, harga makanan bisa terdampak cukup besar dalam waktu ke depan.
“Harga, terutama makanan, bisa ikut naik seiring kondisi ini,” ujarnya.
Tekanan ini dinilai lebih berat bagi negara berkembang. Di banyak negara, pengeluaran untuk makanan dan bahan bakar bisa mencapai 30 hingga 50 persen dari kebutuhan harian.
Artinya, kalau harga naik, dampaknya langsung terasa ke masyarakat.
Salah satu pemicu utamanya adalah terganggunya pasokan pupuk. Selat Hormuz, jalur penting di kawasan Iran, selama ini mengalirkan sekitar 30 persen pasokan pupuk dunia.
Jika jalur ini terganggu, pasokan pupuk bisa berkurang dan harga pun ikut naik.





