Pelindo Forum 2026: Mengubah Refleksi Transformasi Menjadi Aksi Nyata Ekosistem Pelabuhan Nasional

WhatsApp Image 2026 02 18 at 15.17.36

Bicaraplus – Transformasi industri kepelabuhanan nasional tidak lagi berhenti pada tahap konsolidasi organisasi dan integrasi sistem. Tahun 2026 menjadi fase akselerasi implementasi. Hal inilah yang tercermin dalam Pelindo Forum 2026 bertema Advancing Port Excellence: From Reflection into Action, yang menegaskan pergeseran fokus Pelindo Group dari tahap refleksi transformasi menuju eksekusi strategis yang terukur.

Forum yang berlangsung pada 28–30 Januari 2026 di Surabaya ini menjadi ruang strategis konsolidasi arah bisnis, operasional, serta tata kelola di seluruh entitas Pelindo Group. Tidak hanya menjadi forum komunikasi korporasi, agenda ini juga mempertegas positioning Pelindo sebagai orkestrator ekosistem kepelabuhanan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam konteks transformasi BUMN sektor logistik dan maritim, penguatan sinergi antar-subholding dan anak usaha menjadi kunci. Salah satu entitas yang memegang peran strategis dalam rantai nilai tersebut adalah PT Akses Pelabuhan Indonesia (API), yang bergerak pada penguatan konektivitas akses pelabuhan dan integrasi hinterland.

Partisipasi PT API dalam Pelindo Forum 2026 tidak sekadar menunjukkan kehadiran struktural sebagai bagian dari grup, tetapi mencerminkan positioning perusahaan dalam mendukung efisiensi logistik nasional melalui penguatan aksesibilitas pelabuhan. Konektivitas pelabuhan-hinterland selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibanding negara regional.

Plt. Direktur Utama PT API, Juli Tarigan, menekankan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memastikan seluruh entitas bergerak dalam orkestrasi strategi yang sama. Bagi API, arah kebijakan Pelindo Group menjadi acuan dalam menyusun prioritas bisnis yang lebih terukur, khususnya dalam mendukung pengembangan akses pelabuhan yang modern, efisien, dan berbasis integrasi sistem logistik.

Secara makro, penguatan peran perusahaan seperti API menjadi krusial dalam mendukung agenda besar pemerintah untuk meningkatkan daya saing logistik nasional. Integrasi pelabuhan dan hinterland bukan hanya berdampak pada kelancaran arus barang, tetapi juga berpengaruh pada efisiensi rantai pasok industri, stabilitas harga, serta daya saing ekspor nasional.

Pelindo Forum 2026 juga menandai fase baru transformasi Pelindo pasca integrasi nasional kepelabuhanan. Jika sebelumnya fokus utama berada pada penyatuan sistem, standardisasi layanan, dan harmonisasi proses bisnis, maka fase berikutnya adalah optimalisasi performa operasional berbasis data, digitalisasi, serta sustainability operasional. Dalam lanskap industri global, pelabuhan modern tidak lagi berfungsi hanya sebagai titik bongkar muat, tetapi sebagai pusat ekosistem logistik yang terhubung dengan kawasan industri, pusat distribusi, serta sistem transportasi multimoda. Di sinilah peran integrator pelabuhan-hinterland menjadi sangat strategis.

Ke depan, tantangan industri kepelabuhanan tidak hanya berada pada aspek kapasitas infrastruktur, tetapi juga pada efisiensi waktu layanan, integrasi digital supply chain, serta tuntutan praktik bisnis berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, forum strategis seperti Pelindo Forum menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh entitas bergerak dalam kerangka transformasi yang sama.

Pelindo Forum 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang refleksi tahunan, tetapi menjadi titik konsolidasi arah masa depan industri kepelabuhanan Indonesia. Dari refleksi menuju aksi sebuah fase yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta logistik maritim global dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan