
Bicaraplus – Sektor pariwisata nasional mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025 dan semakin menegaskan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, hampir seluruh indikator utama pariwisata mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 12,8 juta kunjungan, meningkat dari 11,6 juta kunjungan pada 2024 atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan (year-on-year). Peningkatan ini sejalan dengan membaiknya konektivitas penerbangan internasional, penguatan promosi destinasi, serta meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap kualitas layanan pariwisata Indonesia.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata. Jumlah perjalanan wisnus pada 2025 tercatat 997,9 juta perjalanan, melonjak dibandingkan 839,4 juta perjalanan pada 2024, atau tumbuh sekitar 18,9 persen. Lonjakan ini berdampak langsung pada geliat ekonomi daerah, khususnya sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
Devisa, PDB, dan Tenaga Kerja Ikut Menguat

Dari sisi kontribusi ekonomi, devisa pariwisata Indonesia pada 2025 tercatat mencapai USD 13,8 miliar, meningkat dari USD 12,6 miliar pada 2024 atau naik 9,42 persen. Penguatan devisa ini menunjukkan meningkatnya kualitas belanja wisatawan seiring pengembangan destinasi unggulan dan penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mengalami penguatan, dari 4,01 persen pada 2024 menjadi 4,05 persen pada 2025. Sementara dari sisi ketenagakerjaan, sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja, meningkat dibandingkan 25,06 juta orang pada tahun sebelumnya, atau bertambah sekitar 910 ribu tenaga kerja.
Pemerintah menilai capaian positif sepanjang 2025 ini menjadi fondasi penting bagi penguatan sektor pariwisata pada 2026. Fokus pada pengembangan destinasi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan peran UMKM dan desa wisata akan terus didorong agar pertumbuhan pariwisata semakin inklusif dan merata.




