
Bicaraplus – Lebih dari sekadar adaptasi cerita populer, Musikal Perahu Kertas hadir sebagai sebuah pengalaman visual dan musikal yang imersif di panggung Ciputra Artpreneur. Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya bersama Trinity Entertainment Network, pertunjukan ini menegaskan standar baru musikal Indonesia melalui tata panggung spektakuler dan musik live yang menyentuh emosi.
Sejak tirai dibuka, penonton langsung disuguhkan desain panggung dinamis dan sinematografis. Perubahan set berlangsung halus mengikuti alur emosi cerita, berpadu dengan tata cahaya artistik yang membangun suasana dimulai dari kehangatan mimpi, kegelisahan pilihan hidup, hingga momen reflektif yang intim. Panggung tidak hanya menjadi latar, tetapi ruang hidup tempat emosi para tokoh bergerak dan berkembang.
Keistimewaan lain terletak pada kekuatan musik yang dimainkan secara langsung oleh Trinity Youth Symphony Orchestra. Kehadiran orkestra di panggung musikal ini memberi kedalaman rasa yang jarang ditemui, membuat setiap adegan terasa lebih hidup dan personal. Musik bukan sekadar pengiring, melainkan narasi emosional yang mengikat cerita dari awal hingga akhir.

Komposisi orisinal karya Ifa Fachir dan Simhala Avadana menjadi tulang punggung pertunjukan. Lagu-lagu seperti Perahu Kertas, Miliaran Manusia, hingga Langit Amat Indah disusun untuk menyatu dengan dramatika panggung, memperkuat konflik batin dan perjalanan mimpi para karakter. Keseluruhan musikal diarahkan secara solid oleh Ivan Tangkulung sebagai Pengarah & Penata Musik, menghasilkan harmoni antara vokal, orkestra, dan emosi cerita.
Sentuhan artistik ini dipertegas melalui koreografi dan blocking arahan Venytha Yoshiantini, yang membuat setiap gerak tubuh para pemeran selaras dengan irama musik dan perubahan visual panggung. Hasilnya adalah pertunjukan yang tidak hanya ditonton, tetapi dirasakan.
Dengan panggung megah, tata visual berkelas, dan musik live yang kuat, Musikal Perahu Kertas menjelma menjadi salah satu produksi musikal paling ambisius dan berkesan di awal 2026. Pertunjukan ini masih dapat disaksikan hingga 15 Februari 2026, menghadirkan pengalaman seni yang menyentuh hati sekaligus memanjakan mata dan telinga.





