Operasi Terbesar, Kamboja Ringkus 2.044 Warga Asing Terkait Penipuan Daring

1769991293359 screenshot 2026 02 01 221351

BicaraPlus – Kamboja kembali menggelar operasi besar-besaran terhadap jaringan penipuan online. Dalam operasi terbarunya, otoritas setempat menangkap 2.044 warga negara asing yang diduga terlibat praktik penipuan daring lintas negara.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, mengatakan penangkapan dilakukan pada 1 Februari dalam penggerebekan di sebuah kompleks kasino di Kota Bavet, Provinsi Svay Rieng, yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Operasi tersebut menyasar kompleks kasino Van Chheung (A7) yang terdiri dari 22 bangunan.

“Para tersangka berasal dari delapan kewarganegaraan berbeda,” ujar Touch Sokhak dalam keterangannya.

Penggerebekan ini melibatkan sekitar 700 personel keamanan. Aparat menyisir seluruh area kompleks kasino yang selama ini diduga menjadi basis operasional sindikat penipuan online.
Foto: X

Dalam siaran persnya, Touch Sokhak menegaskan pemerintah Kamboja tidak akan mengendurkan upaya pemberantasan kejahatan siber.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah Kamboja tidak akan pernah melonggarkan langkah-langkahnya untuk memberantas penipuan daring,” katanya.

Ia juga menekankan pesan keras kepada para pelaku kejahatan lintas negara. “Kamboja bukanlah tempat yang aman, melainkan neraka bagi para penjahat,” ujarnya.

Pemerintah Kamboja saat ini memang tengah melancarkan operasi penindakan nasional yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, dengan fokus pada jaringan penipuan daring. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan publik, ketertiban, serta keselamatan sosial.

Berdasarkan laporan terbaru Komite Sementara Kamboja untuk Pemberantasan Penipuan Daring, selama tujuh bulan terakhir pihak berwenang telah menangkap total 5.106 tersangka dari 23 kewarganegaraan. Dari jumlah tersebut, 4.534 orang telah dideportasi ke negara asal masing-masing.

Bagikan