
Bicaraplus – Operasi bariatrik kerap disalahartikan sebagai tindakan estetika untuk menurunkan berat badan. Padahal, dalam dunia medis, prosedur ini merupakan terapi yang ditujukan untuk menangani obesitas sebagai penyakit yang berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan serius.
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B, Subsp.B.D.(K), FINACS menegaskan bahwa tujuan utama operasi bariatrik adalah memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Penurunan berat badan hanyalah efek lanjutan dari proses tersebut.
“Obesitas bukan sekadar soal penampilan. Banyak pasien mengalami komplikasi seperti diabetes, hipertensi, gangguan sendi, sleep apnea, hingga masalah fungsi hati. Operasi bariatrik bertujuan menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut,” jelasnya.
Jenis Operasi Bariatrik
Salah satu jenis operasi bariatrik yang paling umum dilakukan adalah sleeve gastrectomy. Pada prosedur ini, ukuran lambung diperkecil hingga sekitar 70–80 persen, sehingga hanya tersisa 20–30 persen dari volume awal. Dengan ukuran lambung yang lebih kecil, pasien akan merasa lebih cepat kenyang dan asupan makanan menjadi lebih terkontrol.
Jenis lainnya adalah gastric bypass, yaitu tindakan yang mengubah jalur makanan di saluran pencernaan. Makanan dialihkan melalui jalur usus yang lebih panjang, sehingga jumlah kalori yang diserap tubuh menjadi lebih sedikit.
Operasi bariatrik hanya dilakukan pada pasien dengan indikasi medis tertentu. Di Asia, ambang batas indeks massa tubuh (IMT) untuk operasi cenderung lebih rendah, terutama jika disertai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, atau masalah sendi.
Umumnya, pasien yang menjalani operasi ini telah berupaya menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga, tetapi tidak berhasil. Dalam beberapa kondisi, keterbatasan fisik seperti cedera sendi justru membuat aktivitas olahraga sulit dilakukan.
Selain membantu penurunan berat badan, operasi bariatrik terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, mulai dari perbaikan metabolik, kualitas tidur, hingga kemampuan beraktivitas sehari-hari. Meski demikian, dokter menekankan bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah kesehatan, bukan semata-mata penampilan fisik.




